Istri dan Solidaritas Munir Minta Usut Kematian Pollycarpus

Farah

Pollycarpus Budihari Priyanto yang meninggal karena Covid-19 disebut memiliki banyak informasi terkait kasus pembunuhan Munir.

Jakarta, Indonesia —

Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (Kasum) meminta aparat berwenang menyelidiki penyebab kematian Pollycarpus Budihari Priyanto yang merupakan mantan narapidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.

Kasum menilai perlu ada penyelidikan yang objektif dan terbuka untuk mengetahui penyebab kematian meski mantan pengacara Pollycarpus, Wirawan Adnan, mengatakan, mantan kliennya itu meninggal dunia pada Sabtu (17/10) usai 16 hari melawan infeksi virus corona (covid-19).

“Kami menilai meninggalnya Pollycarpus perlu diselidiki oleh otoritas yang berwenang, khususnya tentang sebab dan musabab dari kematiannya,” kata Sekretaris Jenderal Kasum Bivitri Susanti melalui keterangan tertulis yang diterima Indonesia.com, Minggu (18/10).

Bivitri menilai Pollycarpus memiliki banyak informasi terkait kasus pembunuhan Munir, terutama informasi tentang siapa aktor sesungguhnya di balik kematian Munir pada 7 September 2004.

“Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kecurigaan-kecurigaan terkait meninggalnya Pollycarpus,” imbuhnya.

Bivitri juga berharap kepergian Pollycarpus tidak menghentikan pengungkapan kasus Munir. Ia juga menegaskan penyelidikan kasus Munir perlu terus dilakukan.

Selain itu ia memandang persoalan dan hambatan pengungkapan kasus pembunuhan Munir sejauh ini bukan karena tidak adanya bukti atau karena meninggalnya Pollycarpus, tetapi lebih dikarenakan tidak adanya kemauan politik pemerintah untuk mengungkap tuntas.

“Pengungkapan kasus Munir tetap dapat dilakukan, walaupun Pollycarpus telah meninggal,” ujarnya.

Bivitri menilai tindak kejahatan terhadap Munir bukan kejahatan biasa, melainkan bentuk persekutuan jahat yang melibatkan beragam pihak. Sehingga ia yakin masih ada pihak-pihak lain di luar Pollycarpus yang masih perlu ditemukan oleh negara untuk kemudian dihukum dan diadili.

Oleh sebab itu kematian Pollycarpus ini juga dianggap sebagai pengingat baru kepada negara untuk segera mengedepankan penyelesaian kasus pembunuhan Munir yang sudah mangkrak selama 16 tahun. Bivitri pun menegaskan pihaknya hingga saat ini terus mendesak agar kasus Munir dapat menemukan titik akhir yang jelas dan berasaskan kebenaran.

“Pengungkapan kasus pembunuhan Munir merupakan tanggung jawab konstitusional negara yang perlu diselesaikan hingga tuntas,” pungkasnya.

Istri mendiang Munir, Suciwati, yang juga bagian dari Kasum, menilai, kematian Pollycarpus diharapkan tidak membuat langkah pencarian aktor pembunuh suaminya ikut terkubur.

“Walaupun Pollycarpus telah meninggal dunia, namun penyelidikan kasus pembunuhan Munir tidak boleh berhenti dilakukan aparat penegak hukum,” kata Suciwati.

Suciwati juga mengaku bakal terus menagih janji-janji pemerintah, utamanya kepada Presiden Joko Widodo yang sudah berjanji dalam masa kepemimpinannya akan berupaya menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat di tanah air.

“Janji pemerintah yang berkomitmen menyelesaikan kasus Munir hanya menjadi janji indah yang enak di dengar tetapi tidak pernah terealisasikan,” pungkasnya.

Lihat juga:

Pollycarpus Meninggal, Pilot Garuda di Kasus Pembunuhan Munir

Sebelum kepergiannya, nama Pollycarpus erat dengan kasus Munir yang tewas dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Hasil autopsi menunjukkan Munir tewas karena racun arsenik.

Pollycarpus terseret sebagai tersangka dalam proses persidangan kasus pembunuhan Munir bersama Indra Setiawan, Direktur Utama Garuda pada saat itu. Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Purwoprandjono alias Muchdi PR juga sempat diseret ke pengadilan terkait kasus pembunuhan Munir, namun ia divonis bebas.

Pollycarpus divonis 14 tahun penjara dengan remisi total 4 tahun 6 bulan 20 hari, sementara Indra divonis setahun penjara. Pollycarpus resmi bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, pada 29 Agustus 2018.

(kha/fea)

[Gambas:Video ]

Next Post

Istri Chadwick Boseman 'Black Panther' Ajukan Hak Warisan

Jakarta, Indonesia — Istri Chadwick Boseman, Taylor Simone Ledward, mengajukan petisi hak warisan atas harta mendiang suaminya ke Pengadilan Tinggi Los Angeles. Hal tersebut dilakukan sebab Boseman yang meninggal dunia pada 28 Agustus tidak meninggalkan surat wasiat, setelah bertempur melawan kanker usus besar dalam empat tahun. Seperti dilansir The Hollywood […]