Infrastruktur Vaksinasi Indonesia Dinilai Baik dan Memadai

Farah

Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengatakan, pengalaman bertahun-tahun dalam produksi, distribusi, dan implementasi menunjukkan kemampuan infrastruktur vaksinasi.

Jakarta, Indonesia —

Infrastruktur vaksinasi Indonesia dirasa telah cukup memadai. Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengatakan, pengalaman bertahun-tahun dalam produksi, distribusi, dan implementasi menunjukkan kemampuan infrastruktur ini.

Ia menyebut, infrastruktur vaksinasi di Indonesia ini dapat menjangkau wilayah pelosok dan dapat dimanfaatkan untuk vaksinasi Covid-19 kelak. Sistem rantai dingin (cold chain) yang menjadi salah satu unsur penentu kualitas vaksin juga sudah terbangun dengan baik.

“Sekitar 97 persen sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik jadi tidak perlu khawatir. Mulai dari pabrik sampai yang menerima di puskesmas, misalnya di Aceh atau Papua itu semua sudah siap,” kata Dirga dalam Dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru bertema Jalan Panjang Vaksin sampai ke Tubuh Kita, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Jumat (18/11).

Ia menyatakan, Indonesia memiliki 440 ribu dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan. Mereka akan terlibat pemanfaatan vaksin untuk masyarakat.

Menurut Dirga, distribusi dan implementasi benar-benar dipersiapkan karena vaksin adalah produk biologis yang perlu disimpan dengan cara khusus, misalnya karena sensitif terhadap suhu. Mayoritas vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, kecuali vaksin polio yang minus 20 derajat celcius.

“Sejak vaksin diproduksi sampai digunakan di rumah sakit dan puskesmas, transportasinya mesti terjamin suhunya. Dan jangan khawatir, kita sudah berpengalaman. Kita sudah siap,” ujarnya.

Namun, untuk sementara Dirga meminta masyarakat bersabar menunggu hasil uji klinik fase III selesai dan penyelesaian izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tahapan ini menentukan berapa besar efektivitas vaksin COVID-19.

“Kalau ada klaim efektivitas vaksin A sekian, itu tidak apa-apa, kita terima sebagai informasi. Tapi efektivitas sesungguhnya kita terima nanti setelah proses uji klinik fase III selesai dilaporkan” terangnya.

Juru Bicara #SatgasCovid19 Reisa Broto Asmoro, menyebutkan Kementerian Kesehatan telah melatih 7 ribu dari 23 ribu tenaga kesehatan (nakes) sebagai vaksinator untuk mempersiapkan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Ia memastikan manajemen vaksin dan rantai dingin pun dipersiapkan dengan cermat.

“Bahkan vaksinator sudah dibekali pelatihan khusus oleh Kementerian Kesehatan, dan telah 7000 vaksinator yang sudah terlatih khusus,” ucap Reisa.

Reisa menegaskan, sebelum vaksinasi ditemukan, masyarakat tetap harus melakukan segala upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Upaya pencegahan yang dimaksud adalah protokol kesehatan, yakni #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

(ayo/rea)


Next Post

Rahasia Hidup Bahagia Menurut Biksu

Jakarta, Indonesia — Memiliki hidup bahagia tentu menjadi tujuan dan impian hampir setiap orang di dunia. Namun, terkadang tidak seorang pun – baik psikolog, filsuf, atau ahli saraf – yang mampu mendefinisikan apa sebenarnya perasaan bahagia itu. Dalam buku A Monk’s Guide to Happiness, Gelong Thubten, seorang biksu Buddha yang tinggal […]