Breaking News in Indonesia

Indonesia Terima 3,85 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Jakarta, Indonesia —

Indonesia menerima sekitar 3,85 juta dosis vaksin AstraZeneca pada Senin (26/4). Kedatangan vaksin ini tak lepas dari upaya pemerintah yang sejak Oktober 2020 menjajaki kerja sama multilateral Covid-19 COVAX, yakni sebuah inisiatif global demi akses setara mendapatkan vaksin Covid-19. Melalui mekanisme GAVI COVAX Advance Market Commitment (COVAX AMC), Indonesia memperoleh jatah vaksin sebesar 3-20 persen dari jumlah penduduk.

Dikirimkan oleh COVAX Facility menggunakan pesawat Emirates EK 9258, vaksin dikemas dalam 38,520 karton kecil dan kemudian dikemas ulang dalam 27 palet kayu berukuran masing masing 157 x 120 x 157 cm. Estimasi berat keseluruhan kargo adalah 14.194,4 kg dengan volume: 79,863 CBM.

Kini Indonesia telah menerima 4.965.000 juta dosis vaksin jadi. Sebelumnya pada Rabu (3/3), COVAX mengirim 1,1 juta dalam batch pertama vaksin multilateral. Bila digabungkan antara vaksin jalur multilateral dan bilateral, Indonesia memiliki 67.465.600 dosis vaksin AstraZeneca.

“Alhamdulilah, dengan mengucap puji syukur kepada Allah SWT pada malam hari ini Indonesia menerima batch kedua vaksin dari jalur multilateral, yaitu dari COVAX Facility secara gratis,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/4) malam.

Retno memaparkan, sejak awal pandemi pemerintah Indonesia giat mengupayakan ketersediaan vaksin bagi kebutuhan dalam negeri sambil memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara. Karena itu, Indonesia aktif dalam pembahasan isu vaksin dunia, dan duduk sebagai salah satu co-chairs COVAX AMC Engagement Group.

“Kita melihat kebutuhan dunia akan vaksin semakin meningkat. Di saat yang sama dengan prihatin kita juga menyaksikan terjadinya gelombang baru di banyak negara dunia, serta ditemukannya varian-varian baru di beberapa negara,” kata Retno.

Perkembangan situasi dunia terkini, terjadi perlambatan pengiriman vaksin. Kondisi ini membuat pemerintah bekerja lebih keras untuk mengamankan stok vaksin bagi penduduk Indonesia. Kegigihan itu pun berbuah hasil. Sejauh ini Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah pemberian vaksin terbesar di kawasan Asia, setelah Republik Rakyat Tiongkok dan India.

KPCPENMenteri Luar Negeri Retno Marsudi di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/4) malam. (Foto: KPCPEN Kominfo RI)

Retno menegaskan, pemerintah bekerja siang dan malam agar program vaksinasi nasional dapat terus berjalan. Meski bukan ikhtiar yang mudah, ia meminta semua pihak tetap mendukung program tersebut.

Lebih lanjut, Retno mengingatkan perkembangan Covid-19 di dunia dengan kemunculan gelombang-gelombang baru di beberapa negara agar menjadi pelajaran bersama. Upaya pencegahan itu harus dilakukan semua lapisan masyarakat, dengan berdisiplin menjalankan protokol kesehatan yang mencakup memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta membatasi mobilitas.

“Jangan pernah lengah. Perang kita melawan COVID-19 masih jauh dari selesai,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Retno menyampaikan terima kasih atas nama Pemerintah Indonesia kepada Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI), WHO, UNICEF, dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) sehingga pengiriman vaksin multilateral ini dapat berlanjut di tengah berbagai tantangan baru yang muncul. Dia berharap, pengiriman vaksin multilateral dapat berjalan sesuai rencana.

“Diplomasi Indonesia akan terus bekerja keras, berkontribusi agar Indonesia dapat segera keluar dari pandemi ini. Sekali lagi saya ingatkan, ditengah peningkatan kasus Covid-19 di mana-mana, lakukan 3M dan jangan mudik,” ungkap Retno.

(rea)