Ibu Hamil Tetap Perlu Kontrol ke RS dengan Protokol Kesehatan

Farah

Ibu hamil wajib kontrol ke dokter kandungan minimal enam kali, namun tetap disiplin protokol kesehatan yang ketat.

Jakarta, Indonesia —

Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta Kathleen Juanita Gunawan mengatakan di masa pandemi ibu hamil sedapat mungkin berdiam diri di rumah, kecuali keluar untuk kontrol kandungan ke rumah sakit.

Menurut dia, pemeriksaan ke rumah sakit tetap perlu dilakukan demi menjaga kesehatan ibu dan kandungannya. Namun satu hal perlu diterapkan oleh ibu hamil, yakni disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Yaitu dengan #pakaimasker #jagajarak dan #cucitanganpakaisabun di bawah air mengalir.

“Jangan sampai kondisi Covid-19 ini ibu takut untuk melakukan pengecekan kehamilan terutama tiga bulan akhir menjelang persalinan yang berdampak pada kesehatan janin dalam kandungannya. Tapi sebisa mungkin tetap di rumah, kecuali keluar untuk memeriksakan kesehatan kandungan,” ujar Kathleen dikutip dari laman resmi Satgas Covid-19, Kamis (15/10).

Dia menjelaskan bahwa ibu hamil dengan risiko kehamilan rendah sebaiknya melakukan cek kehamilan minimal enam kali, yakni saat usia kandungan di bawah 3 bulan, trimester kedua sekitar 7 bulan, dan di atas 7 bulan sampai melahirkan.


Kehamilan Risiko Tinggi

Sementara itu, untuk ibu hamil berisiko tinggi seperti memiliki penyakit diabetes, hipertensi, asma, perlu lebih sering melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi kesehatan kandungannya.

Hal serupa juga perlu dilakukan oleh ibu hamil yang punya riwayat risiko kehamilan sebelumnya. Antara lain bayi meninggal dalam kandungan, lahir prematur atau gangguan pertumbuhan, perlu lebih sering melakukan pemeriksaan.

Kathleen mengatakan sampai saat ini belum ada rekomendasi tentang cara paling aman dalam mencegah Covid-19 pada saat proses persalinan. Namun demikian, lanjutnya, berbagai indikasi tetap dilakukan demi mempersiapkan tindakan.

“Indikasinya apakah ada gejala pada ibu hamil atau bayi yang harus dilakukan tindakan,” ujarnya.

Sementara itu, Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jati Padang Jakarta Charles, mengatakan anak-anak pun memiliki risiko sama besar seperti yang lainnya.

Justru kata Charles, anak lebih rentan terpapar virus corona karena keterbatasan pengetahuannya, terutama pada penggunaan masker.

“Anak-anak lebih rentan karena belum tahu bagaimana fungsi penggunaan masker,” ungkap dr Charles.

(ang/fef)

[Gambas:Video ]

Next Post

Sandy Walsh: Saya Memikirkan Sejumlah Klub Liga 1 Indonesia

Jakarta, Indonesia — Pemain Belanda keturunan Indonesia¬†Sandy Walsh memilih bergabung dengan KV Mechelen di Liga Belgia. KV Mechelen merupakan kesebelasan ketiga asal Belgia yang diperkuat Walsh setelah KRC Genk dan Zulte Waregem. Sebelum bergabung dengan KV Mechelen, bek yang tertarik menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) itu juga mengaku sempat berpikir […]