Hasil Sementara Pilgub Kalsel: Denny Indrayana Disalip Lawan

Farah

Denny Indrayana dan calon petahana Pilgub Kalsel saling salip perolehan suara. Denny merasa ada yang janggal dengan hasil Sirekap KPU.

Jakarta, Indonesia —

Perolehan suara pasangan calon Denny Indrayana-Difriadi saat ini disalip oleh perolehan suara pasangan calon petahana Sahbirin Noor-Muhidin pemilihan gubernur Kalimantan Selatan (Pilgub Kalsel) dalam perhitungan sementara Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Denny-Difri unggul sejak hari pemungutan suara pada 9 Desember. Meski selisih tipis, perolehan suara mereka selalu berada di atas petahana Sahbirin-Muhidin.

Pada Senin (14/12) pukul 08.25 WIB, posisi mulai berbalik. Denny-Difri saat ini menguasai 49,8 persen. Sementara petahana kini unggul dengan 50,2 persen.

Saat ini, suara Pilkada Kalsel 2020 yang masuk ke Sirekap KPU mencapai 82,61 persen. Rekapitulasi suara di 7.492 dari 9.069 TPS telah masuk dalam Sirekap.

Dalam jumpa pers Minggu (13/12) malam, Denny menyatakan ada kejanggalan dalam Sirekap. Ia mengklaim perolehan suaranya di sejumlah tempat berkurang.

Padahal saat itu posisi Denny-Difri masih unggul. Mereka memperoleh sekitar 51 persen suara, sedangkan Sahbirin-Muhidin 49 persen.

Lihat juga:

Denny Indrayana Ungkap Banyak Dugaan Kecurangan di Kalsel

Mantan kuasa hukum Prabowo-Sandi itu menyatakan siap menghadapi sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi, baik menang ataupun kalah dalam rekapitulasi manual. Sebab menurutnya perolehan suara sangat tipis antara dua paslon.

“Saya mengundang semua masyarakat yang mengetahui ada indikasi kecurangan apapun bentuknya dan punya bukti-bukti kecurangan apapun bentuknya, video, foto, suara, apapun, untuk mengirimkan ke nomor 081977726299,” ujar Denny dalam jumpa pers yang disiarkan akun Facebook Denny Indrayana, Minggu (13/12).

(dhf/gil)

[Gambas:Video ]

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Pilkada Serentak 2020”

Next Post

Arti, Dampak, dan Tahapan Gerhana Matahari Total

Jakarta, Indonesia — Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi hari ini, Senin (14/12). Namun, fenomena GMT kali ini dilaporkan hanya terjadi di beberapa wilayah, yakni Chili, Argentina, Afrika barat daya, dan Antartika, tidak terlihat dari Indonesia. Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto menjelaskan Gerhana Matahari terjadi ketika piringan Bulan menutupi piringan Matahari bila dilihat […]