Harta Capai US$100 M, Warren Buffett Orang Terkaya ke-6 Dunia

Farah

Jakarta, Indonesia —

Harta kekayaan Warren Buffett, investor saham legendaris Amerika Serikat kini tembus US$100 miliar atau setara Rp1.440 triliun (kurs Rp14.400 per dolar AS). Jumlah harta ini membuat Buffett kini berada di posisi orang terkaya dunia nomor enam.

Sebelumnya, Buffett ada di peringkat ketujuh. Ia berada di bawah Zhong Shanshan, orang kaya dunia asal China yang memiliki Nongfu Spring. Tapi kini, Buffett sudah menyalip Shanshan dan berada tepat di belakang CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Dalam catatan terakhir Bloomberg seperti dikutip dari Business, harta Buffett naik sekitar US$13 miliar atau Rp187,2 triliun per awal tahun ini. Peningkatan terjadi karena saham dan nilai asuransinya melonjak.




Salah satunya disumbang dari kepemilikan Buffett di saham Berkshire Hathaway. Tercatat, harga saham emiten berkode BRKA itu naik hampir 15 persen pada awal tahun dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari US$600 miliar, setara Rp8.640 triliun.

Saham Berkshire naik karena perusahaan sempat membeli saham Chevron dan Verizon di Dow. Hal ini menunjukkan perusahaan memperluas minatnya pada bidang energi, telekomunikasi, dan media.

Pembelian itu rupanya mendatangkan cuan bagi Berkshire, salah satunya karena harga saham Chevron tiba-tiba melejit. Tercatat saham Chevron naik 31 persen karena harga minyak pulih telah pulih dari tekanan pandemi virus corona.

Lihat juga:

Erick Thohir dan PT Barata Digugat Atas Tuduhan Ingkar Janji

Sementara di bursa orang kaya dunia, CEO Amazon Jeff Bezos masih berada di posisi puncak dengan kekayaan senilai US$180 miliar atau Rp2.592 triliun. Lalu ada CEO Tesla Elon Musk yang membuntuti di posisi kedua dengan kekayaan US$173 miliar atau Rp2.491,2 triliun.

Sisanya, bos Microsoft Bill Gates dengan harta senilai US$138 miliar atau Rp1.987,2 triliun, bos Louis Vuitton Bernard Arnault US$122 miliar atau Rp1.756,8 triliun, dan bos Facebook Mark Zuckerberg US$101 miliar atau Rp1.454,4 triliun.

[Gambas:Video ]

(uli/age)


Next Post

Australia Tetap Pakai AstraZeneca Kendati Picu Gumpalan Darah

Jakarta, Indonesia — Australia mengatakan akan tetap melanjutkan pemberian vaksin corona buatan perusahaan biofarmasi AstraZeneca di tengah munculnya laporan kasus penggumpalan darah di beberapa negara Eropa. Pemerintah Australia mengatakan sejauh ini tidak ada bukti terkait penggumpalan darah usai pemberian vaksin AstraZeneca. Wakil Perdana Menteri Australia Michael McCormack mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan penggunaan […]