Breaking News in Indonesia

Harga Fortuner-Innova Anjlok Hampir Rp100 Juta Tanpa PPnBM

Jakarta, Indonesia —

Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sedang dipertimbangkan pemerintah untuk diperluas sehingga mobil 2.500 cc produksi lokal seperti Toyota Fortuner dan Innova serta Mitsubishi Pajero Sport juga berpotensi turun harga.

Saat ini relaksasi PPnBM hanya diberikan pada mobil yang memenuhi syarat berupa sedan atau 4×2 dengan mesin maksimal 1.500 cc yang diproduksi dengan local purchase 70 persen. Pemerintah meringankan tarif PPnBM secara bertahap yakni 100 persen pada Maret – Mei, 50 persen Juni – Agustus, dan September – Desember.

Bila tarif PPnBM Fortuner atau Pajero Sport dipangkas hingga 100 persen seperti yang sedang dilakukan saat ini untuk mobil maksimal 1.500 cc, banderolnya diperkirakan bisa turun hingga nyaris Rp100 juta.




Sebagai contoh Fortuner yang seharusnya dikenakan PPnBM sebesar 20 persen untuk varian 4×2. Besar PPnBM mobil ini, misalnya pada varian Fortuner 2.4VRZ 4×2 AT dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp419 juta dan koefisien 1,05, yakni Rp87,9 juta.

Pada kondisi normal, Rp87,9 juta itu merupakan nilai yang diserahkan ke pemerintah lalu produsen membebankannya kepada konsumen dalam harga retail. Jika mendapat fasilitas relaksasi PPnBM 100 persen, maka nilai itu sepenuhnya tidak disertakan dalam harga retail Fortuner 2.4VRZ 4×2 AT.

Harga retail Fortuner 2.4VRZ 4×2 AT saat ini yakni Rp560,5 juta, bila dikurangi Rp87,9 juta maka banderolnya bisa turun hingga Rp472 juta.

Contoh lainnya besar PPnBM untuk Kijang Innova 2.4 V MT dengan NJKB Rp319 juta, tarif PPnBM 20 persen dan koefisien 1,05, yakni Rp66,9 juta. Harga retail varian tersebut Rp426 juta, setelah dipangkas Rp66,9 juta banderolnya dapat turun jadi Rp359 juta.

Lihat juga:

Daihatsu Dapat Nikmat Relaksasi PPnBM, Xenia Naik 220 Persen

Berikutnya besar PPnBM Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate AR 4×2 dengan NJKB Rp452 juta, tarif PPnBM 20 persen dan koefisien 1,05, yakni Rp94,9 juta. Harga retail varian ini Rp624,7 juta, lalu banderolnya setelah dikurangi Rp94,9 juta menjadi sekitar Rp529 juta.

Cara menghitung seperti ini masih kasar, namun bisa dijadikan gambaran seberapa besar penurunan harga masing-masing model 2.500 cc tidak dikenakan PPnBM 100 persen.

Meski demikian, penentu harga ritel tetap ada di tangan Agen Pemegang Merek sebab masih ada faktor lain yang mempengaruhi.

(ryh/fea)

[Gambas:Video ]