Jakarta () – Organisasi Hollywood Foreign Press Association (HFPA) mengumumkan pada Jumat (15/10) waktu setempat bahwa pihaknya akan melanjutkan acara penghargaan televisi dan film Golden Globes meskipun jaringan televisi NBC telah memutuskan untuk tidak lagi menayangkan acara itu.

Mengutip laporan AFP pada Sabtu, tidak ada rincian yang diberikan tentang bagaimana penghargaan akan diumumkan dan apakah acara akan diadakan secara langsung atau virtual. Asosiasi tersebut mengatakan pemenang penghargaan film dan televisi tahunan akan diumumkan pada 9 Januari.

Organisasi yang menyelenggarakan penghargaan Golden Globes itu telah menuai kritik atas tuduhan rasisme, seksisme, intimidasi, dan korupsi serta kurangnya keragaman dan transparansi dalam keanggotaannya.

Stasiun televisi NBC yang memegang hak siar Golden Globes memutuskan untuk tidak menyiarkan acara itu lagi pada Mei setelah studio-studio besar Hollywood menangguhkan keterlibatan mereka dengan HFPA dan bintang-bintang ternama seperti Tom Cruise dan Scarlett Johansson ikut mengecam asosiasi tersebut.

Pada saat itu, Netflix dan Amazon Studios juga mengatakan mereka tidak akan bekerja sama dengan HFPA sampai reformasi yang lebih “bermakna” dan “signifikan” dilakukan pada jajarannya.

Kontroversi tersebut bermula dari sebuah laporan pada Februari bahwa HFPA tidak memiliki anggota kulit hitam dalam jajarannya, meskipun kritik atas ketidakpuasan dengan kelompok tersebut telah muncul di Hollywood selama bertahun-tahun.

Bulan ini, HFPA dikabarkan menerima 21 anggota baru yang disebut oleh organisasi itu sebagai upaya baru yang paling beragam dalam sejarah 78 tahun dan berencana untuk menambah anggota yang beragam lagi pada tahun depan.

Asosiasi juga mengumumkan kemitraan lima tahun dengan National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) yang bertujuan untuk meningkatkan keragaman, kesetaraan, dan inklusi di seluruh industri hiburan global.

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2021