Breaking News in Indonesia

Gedung KPK Dijaga Ketat TNI-Polri, Water Canon Siaga

Jakarta, Indonesia —

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai dijaga aparat TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada hari ini, Jumat (28/5). Mereka bersiaga di sejumlah titik.

Belum diketahui pasti mengapa begitu banyak aparat yang disiagakan di sana. Namun, saat ini KPK tengah menjadi sorotan publik terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) yang membuat 24 pegawai diberhentikan lantaran tidak lolos.

Pantauan Indonesia.com di lokasi, Beberapa aparat menyekat Jalan Kuningan Persada sebelah utara dan selatan KPK. Di sisi utara, aparat memalangkan mobil patroli. Mereka juga menyiagakan mobil Water Cannon.

Pengamanan polisi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi diperketat, Jakarta, 28 Mei 2021Foto: Indonesia/ Syakirun Niam
Pengamanan polisi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi diperketat, Jakarta, 28 Mei 2021

Sementara, di sisi selatan, selain memalangkan mobil patroli, polisi juga menyiagakan kendaraan lapis baja Barracuda. Puluhan aparat lainnya juga tersebar di beberapa titik sekitar KPK. Mereka tampak sedang berteduh di taman atau warung di sekitar jalan Kuningan Persada.

Puluhan personel TNI juga berjaga di tenda seberang gedung KPK. Sementara itu, beberapa anggota Brimob tampak mondar-mandir di jalan depan gedung KPK.

Kendaraan bermotor Brimob, mobil Dalmas, pengurai massa (Raisa), hingga bus TNI dan Polri terparkir di sepanjang jalan Kuningan Persada ini. Semuanya sudah siap digunakan.

Baca juga:

75 Pegawai KPK Melawan, Pilih Dipecat daripada Dibina Kembali

KPK menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir. Terutama berkaitan dengan tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Ada 75 pegawai yang dinyatakan tidak lolos. Dalam perkembangannya, KPK menyatakan 51 pegawai masih bisa diberi pembinaan lebih lanjut untuk dijadikan ASN, sementara 24 sisanya akan diberhentikan karena masuk kategori merah. Para pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos lantas gusar. 

Mereka bahkan melaporkan ke Komnas HAM. Para pegawai merasa ada dugaan pelanggaran HAM dibalik tes wawasan kebangsaan yang mereka jalani selama ini.

Baca juga:

Kartu Mati Pelemahan KPK: Radikalisme, Taliban & Nilai Merah

(iam/bmw)

[Gambas:Video ]