Gaikindo: Penjualan Mobil Saat Pandemi Berat Capai Target

Farah

Gaikindo memprediksi penjualan mobil baru bisa efektif tanpa 'gangguan' hanya pada November.

Jakarta, Indonesia —

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai berat penjualan mobil mencapai target 600 ribu unit pada tahun ini.

Selama sembilan bulan penjualan (wholesales) baru mencapai 372 ribu unit, itu berarti 228 ribu unit mobil baru harus terjual selama Oktober, November, dan Desember jika mau target terpenuhi.

Hal itu sangat sulit sebab berdasarkan hasil sejauh ini rata-rata penjualan cuma 41 ribu unit per bulan. Bahkan bila tiga bulan tersisa mencapai rata-rata itu tetap tidak bisa menyentuh target.




Penjualan pada waktu tersisa mesti dirangsang agar melonjak dari rata-rata bulanan, namun Gaikindo menilai tidak semudah itu sebab ada berbagai faktor yang berpotensi menghambat.

“Berat. Oktober sudah berjalan, sekarang kita punya waktu tinggal 1 bulan, tinggal bulan depan [November]. Desember itu separuh karena orang pasti menahan, mau beli yang 2021. Alasan kedua itu hari kerja pada [Desember] lebih pendek karena libur, walaupun di tengah situasi pandemi,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, Jumat (16/10).

Menurut Kukuh masih ada kemungkinan target tercapai, namun pihaknya dikatakan juga harus realistis.

Kukuh bilang Gaikindo masih berharap usul pembebasan pajak-pajak mobil baru bakal dikabulkan pemerintah. Jika diterapkan, misalnya hanya sampai Desember, harga mobil baru bakal turun, lantas bisa merangsang masyarakat melakukan pembelian.

Menurut Kukuh strategi ini tidak bisa dipandang hanya untuk meningkatkan penjualan semata. Dia bilang jika proses itu berjalan maka industri otomotif di Indonesia akan bergerak yang membantu perekonomian nasional.

Dia juga mengungkap saat ini stok unit, atau mobil baru yang sudah tersedia di dealer namun belum laku, ada sekitar 5 ribu unit. Angka itu didapat dari mengkaji hasil retail September 43.362 unit yang berbeda dari 5.192 unit dari hasil wholesales 48.554 unit.

Lihat juga:

Daihatsu Pasrahkan Pajak 0 Persen Mobil Baru ke Sri Mulyani

Kondisi ini artinya stok unit di dealer masih banyak, sehingga ada kemungkinan pabrik mobil akan menahan produksi sebagai upaya menyeimbangkan suplai unit.

“Saya agak khawatir karena retail kan tertahan tuh 5.000, yang wholesales di September. Itu kalau saya dapat laporan dari teman-teman, ‘traffic di dealer menurun’, ya itu kan orang nungguin, kalau [stok unit] itu enggak ditarik [terjual], dari pabrik kan akan tunggu dulu kan stok masih banyak,” katanya.

(fea)

[Gambas:Video ]

Next Post

Jokowi Cuitkan Dukungan Bank Dunia atas Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Indonesia — Presiden Joko Widodo mengutip rilis Bank Dunia dalam cuitannya terkait dukungan lembaga itu atas penerbitan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja untuk mendongkrak pemulihan ekonomi dalam negeri. “Undang-Undang Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif.’ Ini kata Bank Dunia,” cuit Jokowi lewat akun Twitter-nya pada Jumat (16/10) […]