FPI soal TNI Copot Baliho Rizieq: Rakyat Paham Penggeraknya

Farah

Sekum FPI Munarman menyebut pencopotan baliho Rizieq Shihab oleh TNI masuk kategori OMSP yang hanya digerakkan oleh perintah presiden.

Jakarta, Indonesia —

Sekretaris Umum Front Pembela Islam(FPI)Munarman mengatakan semua pihak paham aktor dibalik pencopotan baliho Rizieq Shihab oleh TNI

Sebelumnya, viral video orang-orang yang berseragam loreng menurunkan baliho bergambar pimpinan FPI itu. Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman pun mengaku memerintahkan aksi itu karena melanggar aturan pemasangan.

Munarman menjelaskan Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 mengatakan TNI hanya memiliki tugas untuk operasi perang dan operasi militer selain perang (OMSP).

“Tugas TNI yaitu operasi militer perang dan operasi militer selain perang. Untuk operasi militer selain perang (OMSP) yang bisa memerintahkan hanya presiden,” kata Munarman dalam keterangan resminya, Jumat (20/11).

Munarman menilai operasi militer selain perang yang dilakukan prajurit TNI hanya bisa berjalan berdasarkan keputusan politik negara oleh presiden.

“Nah, rakyat tentu tahu, copot baliho itu perang atau bukan? Dan rakyat juga paham, yang bisa menggerakkan pada OMSP siapa dan motifnya apa?” katanya.

Lihat juga:

TNI Akan Bersihkan Semua Baliho Rizieq Berisi Ajakan Revolusi

“Bagus yang memerintahkan OMSP itu pasang sendiri saja baliho gambar dirinya, biar enggak ngerusak milik orang lain,” cetus dia.

Diketahui, Pasal 7 UU TNI menyebut dua tugas pokok militer, yakni operasi militer untuk perang, dan OMSP.

Contoh OMSP di antaranya membantu tugas pemerintahan di daerah, dan membantu kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang.

Namun, UU TNI juga menyatakan OMSP “dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.”

Lihat juga:

Pangdam Jaya: Kalau Perlu FPI Bubarkan Saja

Sebelumnya, orang-orang yang berseragam loreng mencopot baliho baliho Rizieq Shihab bertuliskan ‘Di Bawah Komando Imam Besar Al Mujahid Habib Al Habib Rizieq Shihab’, di Kelurahan Jatimakmur, Kota Bekasi.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengakui bila pencopotan baliho bergambar Rizieq itu dilakukan atas perintahnya. Sebab, pemasangan baliho itu dianggap tak sesuai aturan.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya,” kata Dudung di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (20/11).

(rzr/arh)

[Gambas:Video ]


Next Post

FOTO: Apel Siaga TNI Hadapi Pilkada Serentak 2020