Firli Sebut Bakal Ada Bupati dan Wali Kota yang Ditangkap KPK

Farah

Di tengah kegiatan Pembekalan Calon Kepala Daerah yang digelar daring, Ketua KPK Firli Bahuri menyebut bakal ada bupati dan wali kota yang ditangkap KPK.

Jakarta, Indonesia —

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengungkapkan timnya bakal menangkap sekaligus menahan dua kepala daerah yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Firli di tengah agenda ‘Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur (NTT)’ yang disiarkan melalui akun Youtube Kanal KPK, Selasa (10/11).

“Nanti minggu depan lihat saja nanti. Minggu depan ini ada dua orang lagi bupati dan wali kota,” tutur Firli sekaligus mengingatkan calon kepala daerah yang mengikuti kegiatan pembekalan Pilkada tersebut.

Sementara Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menerangkan, dua kepala daerah yang akan ditahan itu diduga terlibat dalam kasus dugaan suap.

Ali membeberkan, keduanya antara lain Bupati Labuhanbatu Utara, Khairuddin Syah Sitorus yang dijerat atas sangkaan suap terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dan, Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah atas dugaan suap DAK Kota Dumai dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018.

Lihat juga:

Bupati Labura dan Eks Wabendum PPP Jadi Tersangka Korupsi DAK

Dua tersangka itu sudah dipanggil penyidik KPK pada Selasa (10/11) kemarin. Namun, KPK baru melakukan penahanan terhadap Khairuddin Syah saja. Ia ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat selama 20 hari pertama terhitung sejak 10 November hingga 29 November 2020.

Sementara Zulkifli belum ditahan lantaran yang bersangkutan meminta jadwal ulang pemeriksaan menjadi Selasa (17/11) pekan depan.

Ali pun menjelaskan, Zulkifli tidak bisa meninggalkan agenda dinas yang sudah terjadwal sehingga meminta penjadwalan ulang.

“Satu sudah ditahan [Khairuddin], satu dijadwal ulang [Zulkifli],” terang juru bicara berlatar belakang jaksa kepada Indonesia.com, Rabu (11/11).

Lihat juga:

Firli Ungkap KPK Akan Tahan Dua Kepala Daerah Pekan Depan

Perkara yang menjerat dua kepala daerah tersebut merupakan pengembangan dari dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018. Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat, 4 Mei 2018 di Jakarta.

Dalam penindakan tersebut, tim KPK menyita uang Rp400 juta dan telah menetapkan 6 orang tersangka.

Yakni Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono; Eka Kamaluddin (Swasta/perantara); Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Lihat juga:

Survei KPK Ungkap Kenaikan Tren Cakada Patuh pada Sponsor

Selain itu ada pula Ahmad Ghiast (Swasta/kontraktor); Anggota DPR RI 2014-2019, Sukiman; serta Pelaksana Tugas dan Pj. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua, Natan Pasomba.

Keenamnya telah di vonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor.

(ryn/nma)

[Gambas:Video ]


Next Post

Satgas Imbau Pemda Waspadai Kepulangan Jamaah Umrah

Jakarta, Indonesia — Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta pemerintah daerah mempersiapkan diri menyambut kepulangan WNI dari luar negeri, baik karena repatriasi maupun umrah. Ia mengingatkan jumlah mereka tidak sedikit. Data yang dikantongi Doni, ada lebih dari 350 ribu orang yang tersebar di beberapa negara di dunia. Khusus untuk jamaah […]