Finneas Cerita Ketegangan di Balik Lagu No Time to Die

Farah

Finneas mengisahkan pembuatan dan pemilihan lagu No Time to Die sebagai lagu tema film James Bond penuh dengan ketegangan.

Jakarta, Indonesia —

Jalan Billie Eilish dan Finneas mendapatkan restu untuk menggarap sebuah lagu untuk film James Bond terbaru, No Time to Die, sama menegangkan dengan film itu sendiri.

“Kami mengatakan kepada tim kami, bila siapapun yang kenal siapapun, sampaikan saja bahwa kami akan senang melakukannya [membuat lagu],” kata Finneas. “Kami selalu mencoba menulis sebuah lagu James Bond,”

Dua bersaudara itu kemudian bertemu dengan seorang produser film tersebut yang mengizinkan keduanya membaca naskah No Time to Die.

Ketika keduanya berada di Texas untuk pertunjukan di Austin City Limits, Finneas dan Eilish menulis dan merekam No Time to Die tepat sesaat sebelum tenggat waktu.

“Saya memiliki sebuah studio mobile dan saya mulai memainkan bagian piano, dan rupanya itu amat indah. Setelah beberapa hari, kami menulis keseluruhan lagu dan merekam seluruh bagian vokal dan mengirimkannya,” kata Finneas.

BERITA MUSIK LAINNYA
  • Evermore Jawara Billboard 200, Taylor Swift Raih Capaian Baru
  • Ed Sheeran Bakal Beri ‘Kado Natal’ Esok
  • Rilis Lagu Covid-19, Iggy Pop Sebut Corona ‘Man of the Year’

“Itu pada Oktober 2019. Kami menunggu dengan napas tertahan untuk beberapa waktu. Mereka sengaja melakukannya. Banyak orang setuju dengan lagu itu,” lanjutnya.

Kemudian datanglah sebuah panggilan dari Hans Zimmer yang mengundang Finneas dan Eilish ke London untuk melihat film tersebut dan merekam lagu itu dengan iringan orkestra.

“Saya langsung bilang ‘ayo cabut’,” kata Finneas.

“Itu pekan yang menegangkan. Kami ada di London. Ada [produser James Bond] Barbara [Broccoli]. Ada juga sutradaranya, Cary [Joji Fukunaga] yang juga adalah teman saya,” lanjutnya.

“Ada Hans juga Stephen Lipson. Ada pula 70-an pemusik orkestra di AIR Studio dan saya bertanya ‘apa kami terpilih? Apakah itu akan menjadi lagu kami’ Saya tak berpikir kami mengetahui apakah itu akan menjadi lagu kami atau tidak sebenarnya sampai diumumkan bahwa itu akan menjadi lagu kami,” kata Finneas.

“Saya tak menyalahkan mereka sama sekali, saya pikir bahwa mereka menginginkan apa yang terbaik untuk film itu. Mereka ingin memastikan bahwa semua pihak senang dengan itu. Saya pikir itu cara yang bagus untuk memastikan segalanya baik. Jelas itu detik-detik terakhir dan cukup bikin stres. Prosesnya panjang,” lanjutnya.

[Gambas:Youtube]

Lagu No Time to Die dirilis pada Februari lalu meski filmnya sendiri ditunda hingga April 2021 karena pandemi Covid-19. Meski begitu, lagu itu berhasil mencapai posisi enam di Billboard Hot 100 dan mendapatkan nominasi Grammy Awards 2021 untuk kategori Best Song Written for Visual Media.

Finneas dan Eilish juga mendapatkan nominasi Grammy untuk kategori Song of the Year dan Record of the Year berkat Everything I Wanted yang mengisahkan hubungan sebagai saudara dan ada untuk satu sama lain.

Nominasi baru itu diraih hampir setahun setelah keduanya memenangkan lima piala Grammy Awards pada 2020. “Amat memuaskan dan indah dan sulit untuk dijelaskan betapa berartinya hal itu bagi saya,” kata Finneas terkait nominasi terbaru ini.

(AP/end)

[Gambas:Video ]


Next Post

Menkes Baru Budi Gunadi Sadikin Punya Harta Rp161 M

Jakarta, Indonesia — Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sebagai gantinya, Jokowi menunjuk Budi Gunadi Sadikin¬†untuk mengisi posisi tersebut. Budi sebelumnya menjabat Wakil Menteri BUMN. Ia masuk ke dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin sejak Oktober 2019. Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (elhkpn) KPK, […]