Erdogan Tegaskan Sanksi AS Serangan terhadap Kedaulatan Turki

Farah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut sanksi AS terhadap Ankara atas pembelian sistem rudal S-400 Rusia sebagai serangan terhadap kedaulatan.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut sanksi Amerika Serikat terhadap Ankara atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia sebagai serangan terhadap kedaulatan negara.

Erdogan menganggap sanksi itu sebagai serangan kedaulatan Turki yang juga anggota NATO. Turki dan AS merupakan sama-sama anggota aliansi Pertahanan Atlantik Utara.

“Sanksi dijatuhkan pada negara kami, anggota NATO. Aliansi macam apa ini?” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi di Ankara, Rabu (16/12).

“Keputusan ini merupakan serangan terbuka terhadap kedaulatan kami,” ujarnya dikutip dari AFP.

AS menjatuhkan sanksi kepada badan pengadaan militer Turki pada Senin sebagai hukuman karena mereka melanjutkan pembelian sistem rudal S-400 buatan Rusia.

Turki nekat tetap melakukan pembelian meski AS berulangkali mengeluarkan kecaman dan peringatan sanksi. Turki dijerat sanksi AS berdasarkan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Aturan itu dibuat khusus untuk menjatuhkan sanksi kepada negara yang mempunyai kerja sama pertahanan atau ekonomi dengan musuh AS seperti Rusia, Iran serta Korea Utara.

Lihat juga:

Disanksi AS karena Beli Rudal S-400 Rusia, Turki Siap Balas

Lewat sanksi tersebut, Washington melarang semua lisensi ekspor AS dan kredit pinjaman untuk badan pengadaan militer Ankara. AS juga membatasi visa pemimpin badan itu, Ismail Demir dan membekukan asetnya.

Sanksi itu memang lebih ringan dari perkiraan, tetapi Erdogan mencatat bahwa sanksi itu belum pernah diterapkan sebelumnya terhadap sesama anggota NATO.

Washington juga telah menghukum Ankara pada Juli lalu dengan melarangnya mengembangkan suku cadang dan memperoleh jet tempur F-35 generasi berikutnya dari Amerika.

Departemen Luar Negeri menegaskan sanksi itu bukan untuk merusak kemampuan militer atau kesiapan tempur Turki, melainkan untuk membebankan Rusia dalam menanggapi berbagai kegiatan jahatnya.

Lihat juga:

Rusia dan Iran Kompak Kecam AS karena Sanksi Turki

Pembelian S-400 memang menjadi polemik dalam hubungan AS dan Turki. Pejabat AS menganggap pembelian sistem pertahanan rudal ini “sangat problematik” karena dapat berdampak pada program kerja sama kedua negara.

AS dan negara-negara anggota NATO khawatir sistem radar dalam S-400 dapat melacak jet F-35 sehingga nantinya akan sulit menghindari senjata Rusia.
Namun, Turki menganggap klaim AS bahwa sistem S-400 akan membahayakan sistem NATO tidak berdasar.

(dea)

[Gambas:Video ]


Next Post

Wishnutama Beberkan Potensi Rp300 T dari Pariwisata

Jakarta, Indonesia — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pelaku sektor pariwisata masih memiliki peluang menggenjot wisata domestik. Pasalnya, ia mengungkapkan sekitar 6 juta hingga 7 juta orang Indonesia melancong ke luar negeri tahun lalu. Jutaan orang tersebut menghasilkan 303 juta perjalanan ke luar negeri dengan dampak perekonomian mencapai […]