Erdogan soal Kartun Cabul Charlie Hebdo: Sedih dan Frustrasi

Farah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku sedih dan frustrasi karena ketidaksopanan kartun cabul Charlie Hebdo yang menargetkan Nabi Muhammad SAW.

Jakarta, Indonesia —

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku sedih dan frustrasi melihat aksi majalah mingguan satir Prancis, Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur cabul dirinya.

“Saya sedih dan frustrasi, bukan karena tindakan menjijikkan itu menyerang saya secara pribadi, tetapi karena aksi kurang ajar itu menyasar Nabi (Muhammad SAW) kita yang kita cintai lebih dari diri kita sendiri,” ujar Erdogan saat berpidato di depan parlemen, dikutip dari AFP, Kamis (29/10).

Cover karikatur Charlie Hebdo edisi Rabu yang dirilis daring pada Selasa (27/10) menunjukkan Erdogan memakai kaos dan celana pendek, memegang minuman, lalu tangan kirinya mengangkat baju wanita berhijab sampai bokongnya terlihat.

Menurut AFP, karikatur Erdogan itu mengatakan, “Ooh, nabi!”, dalam balon kata, dengan mengangkat judul “Erdogan: Saat waktu pribadi, dia sangat lucu’.

Karikatur ini dirilis beberapa hari setelah Erdogan menyerukan boikot produk Prancis dan memertanyakan kewarasan Presiden Prancis Emmanuel Macron karena menyerang Islam dan menyebut agama tersebut sedang dalam krisis.

Namun, Erdogan sendiri mengaku belum melihat karikatur itu secara langsung karena tidak ingin memberikan kredit terhadap publikasi yang tidak sopan itu.

“Saya tidak perlu mengatakan apa pun kepada bajingan yang menghina Nabi tercinta dalam skala seperti itu,” ujarnya.

Lihat juga:

Turki Kutuk Charlie Hebdo soal Karikatur Cabul Erdogan

Kantor Erdogan bersumpah akan mengambil tindakan legal dan diplomatik atas tindak tak senonoh itu. TV lokal NTV menyatakan pemerintah setempat telah memanggil diplomat paling senior kedua di Kedutaan Prancis untuk menyampaikan kutukan yang tegas atas karikatur tersebut.

Dalam situasi normal, Duta Besar Prancis untuk Turki akan dipanggil. Namun, dubes tengah berada di Paris untuk konsultasi terkait semakin renggangnya hubungan kedua negara.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Turki, Fahrettin Altun mengatakan gambar-gambar yang diterbitkan itu sangat tercela.

“Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme budaya dan kebencian,” tulisnya dalam rangkaian utas di Twitter, seperti dilansir Anadolu Agency.

Lihat juga:

Banjir Kritik ke Presiden Prancis Usai ‘Singgung’ Umat Islam

Selain gambar yang tak pantas, Altun mengatakan bahwa majalah Charlie Hebdo sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan. Ia juga menuduh bahwa produk tersebut berasal dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia, dan intoleran seperti yang diinginkan kepemimpinan Prancis ke negara mereka.

Dalam utas itu, Altun menggarisbawahi bahwa posisi Turki yang menentang setiap kekerasan dan tindakan terorisme terhadap warga sipil.

“Kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan menjijikkan terhadap budaya dan agama kami, tidak peduli dari mana asalnya,” kata Altun.

(afp/sfr)

[Gambas:Video ]

Next Post

Jurus Jitu Amankan Masa Pensiun Sejak Dini

Jakarta, Indonesia — Sektor keuangan di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun. Bahkan, sektor ini menjadi salah satu yang berperan penting bagi perekonomian nasional melalui berbagai lembaga keuangan, mulai dari bank, asuransi, multifinance, dana pensiun, hingga si anak ‘bontot’, fintech atau dikenal pinjaman online (pinjol).  Terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) […]