Breaking News in Indonesia

Eddy Porwanto Poo, Eks Komisaris Garuda Jadi Direksi LPI

Presiden Jokowi menunjuk Eddy Porwanto Poo menjadi Direktur Keuangan LPI, lembaga pengelola dana abadi (SWF).

Jakarta, Indonesia —

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Eddy Porwanto Poo menjadi salah satu direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Eddy akan menduduki kursi Direktur Keuangan di lembaga pengelola investasiĀ dana abadi (SWF) terbesar di Tanah Air itu.

Eddy terpilih menjadi jajaran direksi SWF bersama Ridha DM Wirakusumah, Arief Budiman, Marita Alisjahbana, dan Stefanus Ade Hadiwijaya.

Mereka akan bekerja di bawah pengawasan dari para dewan pengawas, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan tiga dewan dari profesional, yaitu Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Haryanto Sahari.




Sebelum terpilih menjadi anggota direksi SWF, Eddy merupakan Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk. Ia menduduki kursi jabatan emiten berkode DOID itu sejak Juni 2014 lalu.

Pada tahun yang sama, Eddy juga menduduki kursi Komisaris di PT Bumi Makmur Mandiri Utama Tbk atau BUMA. Ini merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Delta Dunia Makmur.

Selain BUMA, Eddy juga memegang jabatan Komisaris di PT Tugu Pratama Indonesia Tbk sejak 2013. Sebelum di Delta Dunia Makmur, Eddy pernah merasakan kursi komisaris independen dan direktur keuangan PT Gaurda Indonesia Tbk pada tahun yang berbeda.

Ia menjabat sebagai komisaris independen pada 2019 ketika maskapai nasional itu dipimpin oleh I I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Sementara, jabatan direktur keuangan didudukinya saat Garuda dinakhodai Emirsyah Satar.

Lihat juga:

Ridha Wirakusumah, dari Bankir jadi Dirut LPI

Pengalaman lainnya, Eddy pernah menjabat direktur operasi di Northstar Pacific Capital. Pernah juga menjadi direktur di Archipelago Resources Plc. dan direktur utama PT Meares Soputan Mining serta PT Tambang Tondano Nusajaya.

Beberapa perusahaan lain yang juga ada di daftar portofolionya adalah PT BAT Indonesia, PT General Motor Indonesia, PT GM Autoworld, dan PT Reckitt Benckiser Indonesia. Secara total, karirnya sudah terbangun lebih dari 25 tahun di bidang keuangan dan korporasi.

Pendidikan terakhir yang ditempuhnya adalah administrasi bisnis di University of Illinois di Amerika Serikat. Ia mengantongi gelar master dari negeri Paman Sam.

[Gambas:Video ]

(uli/bir)