DPR Diduga Asal Comot Foto untuk Desain Hari Tani Nasional

Farah

DPR dengan anggaran Rp5,1 triliun menuai kritik setelah warganet mempermasalahkan keaslian desain ucapan Hari Tani yang mirip dengan foto di situs vecteezy.com.

Jakarta, Indonesia —

DPR mendapat kritikan tajam dari netizen di dunia maya usai diduga melakukan aksi plagiat dalam desain Hari Tani Nasional 2020.

Awalnya, warganet hanya mempermasalahkan gambar petani yang tidak mencerminkan petani di Indonesia. Namun kemudian ada warganet yang mempermasalahkan keaslian desain tersebut. Ia membandingkannya dengan gambar di situs vecteezy.com. Unggahan @DPR_RI merupakan potongan dari gambar di situs tersebut.

[Gambas:Twitter]

Direktur Eksekutif Center Budgetting Analys (CBA) Ucok Sky Khadafi mempertanyakan penggunaan anggaran Rp5,11 triliun oleh DPR RI usai desain ucapan Hari Tani Nasional yang diunggah @DPR_RI dituding plagiat.

Ucok mengatakan anggaran dan sumber daya yang dimiliki DPR lebih dari cukup untuk membayar jasa desainer grafis. Sehingga tak seharusnya main comot desain dari internet untuk unggahan akun resmi mereka.

“Mali-maluin saja. Anggarannya berlebih, tapi kok hasilnya comot-mencomot yang tidak baik dijadikan contoh ke publik? DPR itu kan terhormat, dibayar oleh pajak, kok hasilnya comot-mencomot?” kata Ucok saat dihubungi Indonesia.com, Selasa (29/9).

Dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2020, DPR RI mendapat jatah Rp5,11 triliun. Anggaran itu dibagi ke dalam empat program besar.

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Jenderal DPR RI sebesar Rp1,639 triliun. Lalu Program Penguatan Kelembagaan DPR RI 2,984 triliun, Program Pelaksanaan Fungsi DPR RI Rp446,3 miliar, dan Program Dukungan Keahlian Fungsi Dewan Rp48,3 miliar.

Lihat juga:

Aktivis Ungkap Catatan Kelam Represi Aparat pada Hari Tani

Ucok menyebut penggunaan anggaran di DPR RI tak transparan. Bahkan ia mengklaim ada sejumlah temuan dalam audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Auditnya banyak temuan itu, tapi enggak ada yang kritik. Padahal temuannya banyak, termasuk (anggaran) humas dan semua. Temuan BPK,” tuturnya.

Indonesia.com telah mencoba meminta respons dari DPR RI lewat Sekjen DPR RI Indra Iskandar. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari Indra terkait permasalahan ini.

(dhf/ain)

[Gambas:Video ]

Next Post

FOTO: 50 Ribu Bendera Spanyol, Penghormatan bagi Korban Covid