Jakarta () – Penyanyi utama Nicole Scherzinger dari grup pop asal Amerika Serikat Pussycat Dolls mengajukan gugatan hukum agar bisa menguasai lebih banyak pendapatan dan juga bisa memiliki kontrol penuh untuk proses kreatif dalam acara reuni grup yang tenar di awal tahun 2000-an itu.

Gugatan itu mengancam eksistensi dari tur reuni Pussycat Dolls yang telah disiapkan sejak 2019.

Hal itu diungkapkan oleh pendiri Pussycat Dolls Robin Antin yang mensuksesikan grup itu masuk ke arus utama dan menjadi populer secara global.

Mengutip Hollywood Reporter, Sabtu, lewat kuasa hukumnya, Robin Antin menyebutkan sebenarnya pada 2019 sebuah kesepakatan telah disetujui dirinya dengan Nicole Scherzinger.

Mereka menyepakati akan membuat reuni tur untuk Pussycat Dolls dengan kesepakatan Nicole akan mendapatkan keuntungan sebesar 49 persen.

Musisi wanita itu dengan giat mempromosikan turnya, tanpa terlihat ada beban dan paksaan.

Namun tak lama pandemi COVID-19 muncul dan menyebabkan tur keliling dunia Pussycat Dolls dibatalkan.

Lebih lanjut, Robin Antin menyebutkan saat ini Nicole Scherzinger menolak untuk terlibat dalam reuni Pussycat Dolls jika tidak ada negosiasi ulang.

Ada pun hasil yang ingin dicapai dalam negosiasi itu lain Nicole menginginkan 75 persen kepemilikan pendapatan dengan otoritas mengambil peran menjadi pembuat keputusan terakhir.

Ia pun mengancam tidak akan terlibat dalam tur jika hal itu tidak dipenuhi oleh manajemen Pussycat Dolls.

Karena belum ada keputusan waktu yang tepat tur itu dilaksanakan, diperkirakan sekitar 600 ribu dolar AS telah melayang dari kegiatan yang belum pasti itu.

Nicole Scherzinger sebenarnya merupakan musisi yang cukup aktif di dunia industri hiburan AS.

Ia bahkan tampil di beberapa pertunjukan TV dan juga Film sebagai peserta hingga pengisi suara.

Hingga saat ini pihak pengacara atau pun perwakilan dari Nicole Scherzinger belum merespon kabar ini.

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021