Breaking News in Indonesia

Daging Ayam Picu Inflasi 0,32 Persen pada Mei 2021

Jakarta, Indonesia —

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) naik atau inflasi sebesar 0,32 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Mei 2021. Inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1,68 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto mengatakan inflasi utamanya disumbang oleh daging ayam ras, daging sapi, minyak goreng, emas, dan angkutan lebaran.

“Inflasi 0,32 persen terasa sekali terutama untuk komoditas daging ayam ras, jeruk, daging sapi, minyak goreng, emas,” kata Setianto dalam konferensi pers, Rabu (2/6).

Setianto menyatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil terbesar dalam inflasi April 2021, yakni 0,1 persen. Lalu, kelompok pakaian dan alas kaki menyumbang inflasi 0,03 persen.

Kelompok lain, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 0,01 persen

Kemudian, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil inflasi 0,02 persen. Sementara, kelompok transportasi memberikan andil 0,08 persen, penyediaan makanan, minuman, atau restoran tidak memberikan andil 0,04 persen.

Baca juga:

PLN Rambah BIsnis Layanan Internet Lewat ICONNET

Berdasarkan bentuknya, komponen bergejolak (volatile foods) inflasi 0,24 persen dengan andil 0,16 persen. Sementara, komponen volatile foods, terdiri dari komponen energi dengan deflasi 0,01 persen dan andil mendekati nol persen, serta komponen bahan makanan inflasi 0,4 persen dan andil 0,09 persen.

Sementara komponen harga diatur pemerintah (administered price) tercatat inflasi 0,48 persen dengan andil 0,09 persen. Berdasarkan wilayah, inflasi terjadi di kota dari 78 kota IHK. Sementara 12 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,82 persen dan terendah di Tembilahan sebesar 0,01 persen. Lalu, deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen dan terendah di Palembang sebesar 0,02 persen.

[Gambas:Video ]

(aud/sfr)