Corona Buat Bos Travel Banting Setir Jadi Tukang Jus Pakcoy

Farah

Pandemi covid-19 'memukul' berbagai usaha tak terkecuali sektor pariwisata. Salah satu pengusaha travel terpaksa banting setir jadi tukang jus pakcoy.

Bandung, Indonesia —

Pandemi covid-19 ‘memukul’ berbagai usaha tak terkecuali sektor pariwisata. Segala turunan bisnis sektor pariwisata terpaksa harus menelan pil pahit karena pembatasan wilayah membuat usaha bak mati suri.

Joseph Sugeng Irianto (52), salah satu pengusaha yang ikut merasakan dampak virus corona ‘menginfeksi’ bisnis tur dan travelnya.

Joseph mengaku pendapatan bisnisnya anjlok hingga 90 persen sejak Maret 2020. Bisnis yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat ini terkena imbas anjuran pemerintah soal PSBB dan jaga jarak.




Sehingga, menurutnya, tak banyak lagi orang yang bepergian. Tak hanya pendapatan, Joseph pun terpaksa memberhentikan sejumlah karyawan karena tak bisa lagi menggaji.

“Saya yang usahanya bergerak di bidang jasa pariwisata, sejak Februari ini mengalami drop. Bahkan, saya terpaksa harus merumahkan 13 orang karyawan,” ujar Joseph saat ditemui Indonesia.com, Jumat (2/10).

Joseph pun memutar otak agar pendapatannya tetap ada di masa sulit ini. Dari biro perjalanan, ia banting setir jualan jus pakcoy bersama putranya, Theodorus Primaxylxla Jodimarlo (24).

Kolaborasi ayah anak ini dibantu beberapa pengemudi travelnya.

Lihat juga:

Luhut Beberkan Strategi Genjot Investasi di Tengah Corona

“Setelah pandemi covid-19 ini mendera pariwisata, akhirnya saya dan Jodi berinisiatif untuk berkebun. Awalnya, coba menanam kangkung. Hasilnya, kami bagikan kepada saudara dan tetangga. Lalu menanam pakcoy lalu berhasil juga dan dibagikan ke saudara tetangga,” ujar Joseph.

Sistem bercocok tanam yang dipakai Joseph dan Jodi menggunakan cara hidroponik. Dengan sistem tanam ini, mereka memanfaatkan paralon yang sudah diinstalasi.

Halaman kantor mereka di Arcamanik, Bandung, yang semula menjadi tempat parkir kini menjadi lahan pertanian hidroponik.

“Jadi, Jodi inisiatif bikin jus pakcoy. Sebelumnya dia mau kolaborasi dengan temannya bikin usaha jus sehat, cuma harganya waktu itu enggak masuk. Pada akhirnya dia berinisiatif bikin jus sendiri, meraciknya sendiri,” ucap Joseph.

Lihat juga:

Kemendag Selidiki Lonjakan Impor Pakaian dan Aksesoris

Kini, jus pakcoy sehat dijual Rp15.000 per botol dengan ukuran 350 ml. Jus yang mengandung vitamin C ini laku dibeli 100-200 botol per bulan.

“Kalau pasarnya memang belum terbentuk. Tapi saat ini lebih banyak dibeli oleh teman, kerabat dan warga sekitar,” ucap Joseph.

Sementara itu, Joseph mengaku bisnis biro perjalanan yang ia kelola masih belum kembali normal. Dalam dua bulan terakhir saja, keuntungan yang didapat hanya Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Sedangkan 2019 lalu, sebelum pandemi corona, omzetnya Rp200-300 juta per bulan.

“Dulu, mobil hampir tiap hari jalan. Tetapi waktu pandemi sudah enggak ada lagi yang jalan,” ujarnya.

Joseph sempat merasa bersalah ketika ia terpaksa mengurangi karyawan. Bahkan ada satu cerita di mana ia pernah diminta pinjam uang oleh pengemudi.

Lihat juga:

Rem Penurunan Basis Pajak, Pemerintah ‘Pelit’ Insentif 2021

“Jadi waktu itu kas lagi tipis, ada satu driver yang minta kasbon Rp50 ribu. Saya enggak bisa kasih karena memang kondisi waktu itu lagi terpuruk. Saat ditelepon driver itu, saya bahkan menangis. Enggak lama saya coba kumpulkan lalu kasih sembako. Sekarang walau belum normal situasinya, driver itu bantu-bantu bikin jus dan kami bagi hasil,” tutur Jodi.

Dalam sehari, Joseph dan Jodi menanam sekitar 20-30 bibit pakcoy. Masa tanam pakcoy ini terbilang singkat hanya 23 hari. Setelah panen, pakcoy bisa dibuat jus.

“Biasnya produksi satu botol membutuhkan 2-3 batang pakcoy. Untuk produksi jusnya saat ini seminggu bisa 30-50 botol,” ucap Joseph.

Baik Joseph maupun Jodi, berjualan jus pakcoy tak semata mengejar rupiah. Mereka menyisipkan kepedulian kepada warga sekitar.

“Sebenarnya lebih ke kepedulian saja karena saya punya usaha lagi terpukul karena pandemi. Kebetulan jus saya lebih banyak mengandung vitamin c dan ini secara kesehatan bisa meningkatkan imun tubuh. Makanya kami sebut jus pakcoy sehat,” pungkas Joseph.

[Gambas:Video ]

(hyg/age)

Next Post

Rektor Universitas Mulawarman Samarinda Sembuh dari Covid-19

Rektor Universitas Mulawarman Samarinda, Masjaya, dinyatakan sembuh dari virus SARS-CoV-2 (Covid-19), usai menjalani masa isolasi mandiri di kediamannya. Masjaya terkonfirmasi Covid-19 sejak Rabu (16/9) lalu. Masjaya mengkonfirmasi sendiri perihal kesembuhannya, melalui video berdurasi 2 menit 7 detik, yang diterima , Jumat (2/10) malam. “Alhamdulillah, pada hari ini setelah masuk isolasi […]