Cagar Biosfer UNESCO Baru: Bunaken, Karimunjawa, Merapi

Farah

UNESCO menetapkan Bunaken, Karimunjawa, dan Merapi-Merbabu-Menoreh sebagai cagar biosfer baru di dunia.

Jakarta, Indonesia —

Cagar biosfer UNESCO di Indonesia semakin bertambah, dengan nama Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria, dan Merapi Merbabu Menoreh masuk ke dalam daftar bergengsi UNESCO Biosphere Reserves pada awal November ini.

Bergabung bersama 22 cagar biosfer baru lainnya dari seluruh dunia, nantinya tiga cagar biosfer UNESCO di Indonesia juga diperuntukkan untuk kawasan penelitian dan pendidikan, sehingga kelestariannya patut dijaga.

Hingga saat ini ada 714 cagar biosfer UNESCO di 129 negara. Sebelumnya Indonesia telah memiliki 14 cagar biosfer UNESCO.

Berikut sejumlah fakta menarik mengenai Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria, dan Merapi Merbabu Menoreh yang masuk dalam daftar UNESCO Biosphere Reserves:

1. Bunaken Tangkoko Minahasa

Penyelam berenang di antara terumbu karang taman laut Bunaken di Teluk Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (5/12). Taman laut Bunaken memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia, hal itu merupakan daya tarik bagi wisatawan khususnya wisata air dengan 20 titik penyelaman hingga kedalaman 1.344 meter.  ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/15Taman Nasional Bunaken. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Pulau Bunaken dapat ditempuh dengan kapal cepat dari kota Manado, Sulawesi Utara, dengan perjalanan sekitar 30 menit.

Di Pulau Bunaken terdapt Taman Nasional Bunaken yang populer menjadi destinasi snokerling atau diving karena kekayaan alam bawah lautnya.

Taman Nasional Bunaken memiliki 20 titik penyelaman dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter.

Karena dilindungi untuk pendidikan dan penelitian, urusan wisata di sini hanya terbatas di lima pulau saja, yakni Pulau Manado Tua (Manarauw), Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen.

2. Karimunjawa Jepara Muria

Wisatawan melakukan aktivitas selam permukaan di sekitar Pulau Cilik, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aji StyawanKarimunjawa. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Karimunjawa berupa kepulauan yang masuk wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Karena kekayaan ekosistemnya, pulau ini telah ditetapkan sebagai taman nasional oleh pemerintah Indonesia.

Beberapa fauna khas yang berhabitat di Karimunjawa adalah Elang Laut Dada Putih, Penyu Sisik, dan Penyu Hijau.

Sementara flora khasnya ialah Pohon Dewadaru atau Nagasari (Mesua ferrea L.), sejenis pohon anggota suku manggis-manggisan (Clusiaceae) yang kayunya bernilai ekonomi tinggi.

Taman Nasional Karimunjawa juga menjadi salah satu spot snorkeling dan diving populer di Tanah Air.

Lihat juga:

6 Cara Menikmati Jepara ala Karibia

3. Merapi Merbabu Menoreh

Merbabu Mountain from the Peak of MerbabuGunung Merbabu. (iStockphoto/masdinnu)

Tiga gunung ini berada di Jawa Tengah. Di saat cuaca cerah, turis yang mendaki salah satu puncaknya bisa melihat dua gunung lainnya.

Merapi dan Merbabu sudah lama disahkan menjadi taman nasional, sementara Pegunungan (Perbukitan) Menoreh terus dikembangkan menjadi destinasi wisata alam baru.

Jika menyambangi Dataran Kedu, turis bisa menikmati pemandangan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di timur, serta Pegunungan Menoreh di selatan.

Dataran Kedu memiliki arti penting dalam sejarah Jawa Tengah karena menjadi tempat tumbuh berkembangnya peradaban Jawa.

Lihat juga:

5 Cara Nikmati Kemegahan Gunung Merapi Minim Pendakian

[Gambas:Video ]


Next Post

Eisai Receives Approval for Indication Expansion of Anti-Epileptic Agent Fycompa for Use in Pediatric Patients

TOKYO, Nov 16, 2020 – (JCN Newswire) – Eisai Co., Ltd. announced that it has been received approval from the European Commission for the use of its in-house discovered and developed anti-epileptic agent (AED) Fycompa (generic name: perampanel) in the treatment of pediatric patients. This approval extends the use of […]