Biden Puji Koalisi Terbesar AS: LGBT hingga Afrika-Amerika

Farah

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden menyinggung koalisi terbesar dan paling beragam sepanjang sejarah di pilpres AS 2020.

Jakarta, Indonesia —

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden membuka pidato pertamanya usai menang pilpres AS di Wilmington, Delaware. Ia kemudian menyinggung koalisi besar yang mendukungnya dan Kamala Harris untuk mengalahkan pasangan petahana dari Partai Republik Donald Trump dan Mike Pence.

Ia mengklaim koalisi yang terbentuk di pilpres AS 2020 kali adalah yang terbesar dan paling beragam dalam sejarah Amerika Serikat. Salah satunya menurut Biden dari kalangan Lesbian, Gay, Biosexual, dan Transgender (LGBT).

“Ada Demokrat, republikan, independen, moderat progresif, konservatif, suburban, rural, gay, straight, transgender, warga Latin, Asia hingga asli Amerika,” tegas Biden, Minggu (8/11).

“Khususnya dukungan koalisi kelompok Afrika-Amerika yang berjuang bersama saya, kalian akan selalu saya dukung, dan saya punya kalian,” tambah Biden.

Atas kemenangan itu, Biden mengirim pesan kepada mereka yang memilih Donald Trump dengan menyerukan persatuan dan rekonsiliasi. Mantan wakil presiden AS era Barrack Obama itu mengatakan sudah waktunya kedua belah pihak untuk saling mendengarkan lagi.

“Sudah waktunya untuk menyingkirkan retorika kasar, menurunkan suhu, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi, dan untuk membuat kemajuan, kita harus berhenti memperlakukan lawan kita sebagai musuh kita. Mereka bukan musuh kita. Mereka orang Amerika,” kata Biden.

Ia kemudian mengutip Alkitab yang mengatakan segala sesuatu ada masanya, ada waktu untuk membangun, ada waktu untuk menuai, dan waktu untuk menabur dan waktu untuk menyembuhkan.

“Ini adalah waktu untuk menyembuhkan Amerika,” tegas Biden.

Lihat juga:

Pidato Kamala Harris Usai Menang Pilpres AS 2020

Sebelumnya, Biden mengatakan bahwa rakyat AS telah menegaskan pilihan dan memberi suara sebanyak 74 juta suara untuk Biden dan Kamala Harris.

“Kami menang dengan suara terbanyak yang pernah diberikan untuk tiket presiden dalam sejarah bangsa. 74 juta,” tegas Biden saat memberikan pidato kemenangan, Minggu (8/11).

“Saya berjanji untuk menjadi presiden yang berupaya untuk tidak memecah belah, tetapi mempersatukan, yang tidak melihat negara bagian merah dan negara bagian biru, tetapi hanya melihat Amerika Serikat,” tambah Biden.

Biden-Harris berhasil unggul atas pasangan petahana dari Partai Republik, Donald J. Trump dan Mike Pence di Pennslyvania.

Berdasarkan hasil Projection, Joe Biden akan menjadi presiden terpilih ke-46 Amerika Serikat, setelah kemenangan di negara bagian tempat ia dilahirkan menempatkannya atas 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk menang.

Dengan 20 suara elektoral Pennsylvania, Biden sekarang memiliki total 273 suara elektoral dengan Donald Trump meraih 213 suara.

Lihat juga:

Deretan Presiden AS yang Hanya Menjabat Satu Periode

(asa/asa)

[Gambas:Video ]

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Biden Menang Pilpres AS 2020”

Next Post

Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Cair 52,8 Persen

Jakarta, Indonesia — Pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) terus mendorong akselerasi realisasi program pemulihan ekonomi nasional pada kuartal IV/2020. Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa realisasi anggaran PEN per Senin (2/11) secara kumulatif sudah mencapai Rp366,86 triliun. Realisasi […]