Breaking News in Indonesia

Bahlil Tegaskan Dominasi BUMN Tak Hambat Investasi Asing

Jakarta, Indonesia —

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan dominasiĀ BUMN tidak akan menghambat investasi asing atau foreign direct investment (FDI). Pernyataan Bahlil tersebut menjawab pandangan sejumlah pihak yang menilai bahwa dominasi perusahaan pelat merah bisa menghambat masuknya investasi asing.

“Saya pikir tidak ada satu alasan besar untuk mengatakan FDI itu tertahan atau ada kendala akibat monopolinya BUMN. Saya pikir tidak benar,” ujarnya dalam acara Halal bi Halal Kementerian Investasi, Jumat (28/5).

Namun, ia tidak menampik bahwa dulunya BUMN memiliki porsi besar dalam investasi dalam negeri dibandingkan sektor swasta. Akan tetapi, kondisi tersebut sudah berubah sejak jabatan Menteri BUMN dipegang oleh Erick Thohir.

“Tapi, bahwa betul dulu pas saya menjabat Ketua Umum Hipmi, BUMN itu melakukan apa yang disebut monopoli secara internal, tapi eksternal tetap diberikan ruang. Namun, sejak Menteri BUMN Erick Thohir itu arahnya sudah berubah, sudah bagus,” imbuhnya.

Buktinya, kata dia, Erick telah memberikan jatah proyek di bawah Rp10 miliar kepada UMKM. Selain itu, Erick melarang BUMN baik induk, anak, maupun cucu usaha BUMN mengikuti tender proyek tersebut.

“Buktinya Pak Erick memperbolehkan pekerjaan di bawah Rp10 miliar tidak boleh dikerjakan oleh anak perusahaan BUMN atau cucu BUMN, dikasih ke UMKM. Jadi, itu sudah bagus sekarang, ruang itu tidak lagi kolaborasi kerja sama antar BUMN tapi antara BUMN dan swasta sudah mulai jalan,” ujarnya.

Baca juga:

Asosiasi Buruh Minta Giant Transparan soal PHK Pekerja

Sementara itu, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp219,7 triliun pada kuartal I 2021. Jumlahnya sekitar 25,66 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp856 triliun.

Realisasi investasi tersebut tumbuh 2,3 persen secara kuartalan dari kuartal IV 2020 dan tumbuh 4,3 persen secara tahunan dari kuartal I 2020.

Realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp108 triliun atau 49,2 persen dari total investasi dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp111,7 triliun atau 50,8 persenĀ dari total.

[Gambas:Video ]

(ulf/sfr)