Asosiasi RS Swasta: Wisatawan Reaktif Rapid Test Segera Swab

Farah

Sekjen Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mengatakan pasien reaktif hasil rapid test harus segera ditindaklanjuti agar tak berisiko menularkan Covid.

Jakarta, Indonesia —

Wisatawan yang terdeteksi reaktif Covid-19 melalui rapid test di masa liburan panjang pada 28 Oktober hingga 1 November diharap segera melakukan tindak lanjut pemeriksaan dan perawatan.

Keterlambatan perawatan dapat berisiko menularkan Covid-19 ke kerabat dan masyarakat.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Iing Ichsan Hanafi mengungkap tindakan cepat dan tepat terhadap pasien reaktif hasil rapid test harus segera dilakukan ke fasilitas kesehatan secepatnya.

“Kalau mereka reaktif bisa tindak lanjut swab test ke puskesmas atau fasilitas kesehatan manapun dan konsultasi ke dokter,” ujar Iing dalam talkshow ‘Update RS Darurat Covid-19: Trend Pasca Libur Panjang’ di Graha BNPB, Jakarta, Senin (2/11).

Menurutnya dengan mendapatkan kepastian melalui tes swab maka segera dapat dilakukan perawatan dan isolasi. Hasil rapid test ini bisa menjadi petunjuk untuk penanganan dini.

“Tetapi syaratnya adalah bergerak cepat.”


Kapasitas RS Cukup

Saat ini, fasilitas rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19 cenderung menurun, sehingga soal kapasitas tak perlu dikhawatirkan.

Hal tersebut juga diakui Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono. Ia mengungkapkan kapasitas rumah sakit yang dikelolanya juga masih cukup.

Lihat juga:

Kasus Positif Virus Corona Indonesia Peringkat 19 di Dunia

Tren hunian pasien Covid-19 cenderung menurun. Namun dirinya sudah mempersiapkan jika terjadi lonjakan pasien pascalibur panjang.

“Tren pascaliburan biasanya naik, seperti saat Idul Adha dan libur Hari Kemerdekaan RI kemarin. Kami sudah berkoordinasi untuk persiapannya,” ujarnya.

Namun Tugas tetap berpesan protokol kesehatan tetap harus menjadi prioritas oleh masyarakat. Protokol itu meliputi #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

(ayo/fef)

[Gambas:Video ]


Next Post

Beda Rumus Hitung Upah di UU Ciptaker dan UU Ketenagakerjaan

Jakarta, Indonesia — Jokowi resmi meneken UU Cipta Kerja pada awal pekan kemarin. Pengesahan uu tersebut menimbulkan reaksi keras dari para buruh. Mereka memandang uu tersebut bisa mengembalikan pekerja Indonesia ke rezim upah murah.  Lalu seperti apa sebenarnya rumus perhitungan upah yang diatur oleh uu tersebut dan bedanya dengan UU Ketenagakerjaan 1. […]