AS Catat Rekor Kasus Covid-19, Tembus 90 Ribu dalam Sehari

Farah

Amerika Serikat mencatat rekor jumlah infeksi virus corona baru dengan lebih dari 90 ribu kasus dalam 24 jam hingga Jumat (30/10).

Jakarta, Indonesia —

Amerika Serikat mencatat rekor jumlah infeksi virus corona baru dengan lebih dari 90 ribu kasus dalam 24 jam hingga Jumat (30/10).

Sebagaimana dilansir AFP, berdasarkan hasil hitung Johns Hopkins University, AS melaporkan 91.295 kasus dalam satu hari.

Dengan angka tersebut, AS kini masih berada di posisi pertama sebagai negara dengan infeksi Covid-19 tertinggi di dunia. Secara keseluruhan, AS mencatat 8,94 juta kasus dengan 228.627 orang meninggal dunia.

Sejak pekan lalu, penyebaran Covid-19 meningkat tajam di 32 negara bagian di AS. Data dari University of Washington menunjukkan jumlah infeksi per hari sudah melewati 75 ribu kasus baru dengan total kematian mencapai 800.

Akhir pekan lalu, AS juga mengonfirmasi 80 ribu kasus positif dalam satu hari pada Juli 2020 karena penyebaran virus yang tak terkendalikan di wilayah selatan, seperti Texas dan Florida.

Ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci, pun mendesak pemerintahan Donald Trump untuk menetapkan kebijakan menggunakan masker. Ia meyakini penyebaran virus corona dapat ditekan secara signifikan apabila semua orang mengenakan masker.

“Akan ada kesulitan untuk menegakkannya, tetapi jika semua orang setuju bahwa ini adalah sesuatu yang penting dan mereka memerintahkannya, saya pikir itu akan menjadi ide bagus jika setiap orang melakukannya secara seragam,” tutur Fauci.

Fauci merupakan ahli penyakit menular yang diakui dunia atas karyanya terkait penelusuran kontak pandemi Covid-19 bersama David Morens untuk NIAID. Ia juga anggota kunci gugus tugas penanganan virus corona Gedung Putih.

Namun, Fauci dan Trump kerap berseteru sebab Presiden AS tersebut acap kali berselisih paham dengan kebijakan yang dibuat Fauci.

Kondisi dan penanganan Covid-19 di AS menjadi isu sentral antara Trump dan lawannya dalam pemilu dari kubu Partai Demokrat, Joe Biden.

[Gambas:Video ]

Trump kerap mendapat serangan dari Biden mengenai kebijakan dalam krisis kesehatan, serta sikapnya yang meremehkan efek Covid-19.

Dalam debat terakhir pada Kamis (22/10) malam, Trump mengklaim bahwa angka kematian di AS turun hingga 85 persen. Dia menyebut bahwa angka kematian di AS jauh lebih rendah dari negara manapun di dunia.

Ia juga meyakini kasus segera mereda meski sempat terjadi lonjakan di beberapa negara bagian seperti Florida, Texas, dan Arizona. Namun, Trump tak merinci lebih lanjut semua klaim tersebut.

Trump meminta masyarakat AS untuk tak khawatir sebab vaksin Covid-19, menurut dia, akan hadir dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, Biden berjanji untuk menggratiskan vaksin bagi seluruh warga AS jika ia terpilih jadi presiden. Trump juga menyampaikan janji serupa.

(chri/has)

Next Post

Dokter Positif Covid-19, Puskesmas di Kapuas Hulu Ditutup Sementara

Puskesmas Kecamatan Bika di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ditutup sementara setelah seorang dokter yang bertugas di puskesmas tersebut dikonfirmasi tertular Covid-19. “Untuk sementara Puskesmas Bika ditutup terhitung sejak 31 Oktober hingga 3 November 2020, pelayanan kesehatan dialihkan ke RSUD dr Achmad Diponegoro atau fasilitas kesehatan terdekat,” kata Sekretaris Dinas […]