Breaking News in Indonesia

Alasan China Kini Bolehkan Warga Punya Tiga Anak

Jakarta, Indonesia —

Pemerintah China terapkan kebijakan baru yang ditujukan menggenjot populasi penduduk. Bagi pemerintah pertumbuhan populasi negara yang mencapai miliaran penduduk itu lambat, bahkan menunjukkan penurunan.

Atas dasar itu kini Negeri Tirai Bambu telah memperbolehkan pasangan suami istri punya tiga anak, dari sebelumnya cuma dua anak. Perubahan tersebut disetujui Presiden China Xi Jin Ping.

“Untuk lebih jauh mengoptimalkan kebijakan kelahiran, (China) akan menerapkan kebijakan satu pasangan dapat memiliki tiga anak,”demikian isi laporan Xinhua, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/6).

Awal April 2021 China merilis data statistik penduduk yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan selama satu dekade terakhir sejak 1950. Jumlah populasi di China tercatat 1,41 miliar jiwa.

Data tersebut juga menunjukkan tingkat kesuburan hanya 1,3 anak-anak per wanita pada 2020. Angka itu setara dengan masyarakat yang menua di Italia dan Jepang.

“Langkah membangun yang akan membantu meningkatkan struktur populasi negara kita, melengkapi strategi negara untuk secara aktif mengatasi populasi yang menua dan mempertahankan manfaat, keuntungan sumber daya manusia,” kata Xi Jin Ping.

Sebelum kebijakan dua dan tiga anak, China menerapkan kebijakan suami istri hanya boleh punya satu anak guna menghentikan ledakan populasi.

Namun, pada 2016 kebijakan itu dihapus dan pemerintah membatasi pasutri hanya diizinkan memiliki dua anak untuk menggenjot jumlah populasi lantaran mayoritas penduduk di China saat itu berusia lanjut.

Hal tersebut tetap dirasa sulit sebab biaya membesarkan anak di kota-kota China cukup tinggi. Alasan itu pula yang menyebabkan banyak pasangan di China memilih untuk tidak berkeluarga atau memiliki anak.

Baca juga:

Matahari Buatan China Cetak Rekor Baru, Menyala 101 Detik

Laporan Reuters tak menyebut secara spesifik langkah yang mendukung kebijakan baru China. Biro Politik China juga menyatakan fase ini akan secara bertahap menunda usia pensiun, tetapi tak memberikan rinciannya.

Di sisi lain, pengumuman yang disampaikan pemerintah tak disambut baik warganet China di media sosial. Mereka bahkan menyatakan tak akan sanggup memiliki anak.

“Saya bersedia memiliki tiga anak, jika Anda memberi saya 5 juta yuan (sekitar Rp11 miliar),” tulis salah satu netizen di media sosial Weibo.

(ryh/fjr)

[Gambas:Video ]