AL Rusia Bakal Latihan Militer dengan NATO Tahun Depan

Farah

Angkatan Laut Rusia bakal mengikuti latihan perang dengan negara anggota NATO pada 2021 mendatang.

Jakarta, Indonesia —

Angkatan Laut Rusia bakal mengikuti latihan perang dengan negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 2021 mendatang.

Hal ini bakal menjadi peristiwa bersejarah karena Rusia yang menjadi seteru akan terlibat dalam latihan perang yang pertama dengan NATO dalam tiga dasawarsa terakhir.

Menurut keterangan Distrik Selatan Angkatan Bersenjata Rusia yang dilansir AFP, Jumat (11/12), angkatan laut mereka akan terlibat dalam latihan perang gabungan AMAN-2021. Kegiatan itu akan digelar pada Februari 2021 di lepas pantai Pakistan.

Sebanyak 30 negara akan terlibat dalam latihan perang itu. Dari jumlah itu, sepuluh negara akan mengerahkan armada kapal perang, sedangkan sisanya akan menjadi pengamat.

Menurut kantor berita Rusia, RIA Novosti, negara-negara yang akan terlibat antara lain Rusia, Pakistan, China dan Jepang.

Rusia dilaporkan akan mengerahkan Armada Angkatan Laut di Laut Hitam.

Sementara anggota NATO yang akan terlibat latihan perang itu antara lain Amerika Serikat, Inggris dan Turki.

Lihat juga:

Maling Curi Perangkat Radio dari Pesawat Kiamat Rusia

Angkatan Laut Rusia terakhir kali mengikuti latihan perang gabungan dengan anggota NATO pada 2011 di lepas pantai Spanyol.

Meski begitu, Angkatan Laut Rusia kerap menggelar latihan bersama dengan Turki dalam satu dasawarsa terakhir. Hubungan keduanya pun sangat akrab ketimbang dengan negara anggota NATO lainnya.

Akan tetapi, juru bicara NATO, Oana Lungescu, menyatakan mereka sama sekali tidak mempunyai agenda latihan perang bersama dengan Rusia.

Hubungan NATO dengan Rusia surut dalam beberapa tahun belakangan, terutama setelah AS menghentikan kerja sama militer dengan Rusia yang mencaplok Krimea dari Ukraina enam tahun silam.

Lihat juga:

Pengamat Politik Rusia yang Sebut Putin Parkinson Ditangkap

Pada September lalu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, menuduh NATO sengaja menambah kehadiran alat utama sistem persenjataan serta tentara di perbatasan Rusia.

Dalam laporannya, NATO menyebut Rusia masih menjadi ancaman militer utama dalam beberapa dasawarsa mendatang.

(AFP/ayp)

[Gambas:Video ]


Next Post

FOTO: Milan Juara Grup, Leicester Hajar AEK Athena