AHY Minta Menkumham Yasonna Tolak Demokrat Kubu Moeldoko

Farah

Jakarta, Indonesia —

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pihaknya menyerahkan surat penolakan KLB Demokrat di Deli Serdang kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly. AHY meminta Yasonna menolak hasil KLB Demokrat itu.

Dalam KLB tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko diangkat sebagai ketua umum. Kemudian Marzuki Alie sebagai ketua dewan pembina dan Jhoni Allen Marbun menjadi sekretaris jenderal.

“Saya hadir hari ini dengan niat yang baik untuk menyampaikan surat resmi kepada Menteri Hukum dan Ham dan tentu jajaran Kemenkumham, untuk menyampaikan keberatan agar Kemenkumham menolak dan tentunya menyatakan … KLB tanggal 5 Maret di Deli Serdang, Sumut, sebagai kegiatan yang ilegal, inkonstitusional,” kata AHY di Kemenkumham, Jakarta, Senin (8/3).

AHY menegaskan KLB Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai ketua umum ilegal dan inkonstitusional. Menurutnya, kegiatan tersebut tak berdasarkan ketentuan AD/ART Demokrat, seperti tidak terpenuhinya kuorum hingga abai atas persetujuan ketua majelis tinggi partai.

“Kami sudah siapkan berkas lengkap, autentik, bahwa dari sisi penyelenggaraan maupun peserta yang mereka klaim KLB tersebut tidak atau sama sekali tidak memenuhi AD/ART atau konstitusi Partai Demokrat,” ujarnya.

“Mereka yang datang bukanlah pemegang hak suara yang sah. Mereka hanya dijaketkan, diberikan jas Partai Demokrat seolah-olah mewakili pemilik suara yang sah,” kata putra sulung Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Lihat juga:

Seluruh Parpol Didorong Tolak Kudeta Demokrat oleh Moeldoko

Sebelumnya, KLB Demokrat di Deli Serdang mengangkat Moeldoko sebagai ketua umum. Forum tersebut juga mendemisionerkan jabatan AHY. Pihak DPP Partai Demokrat menganggap KLB tersebut ilegal lantaran tidak sesuai AD/ART partai.

Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjelaskan KLB yang diselenggarakan di Deli Serdang tidak memenuhi syarat dan ketentuan AD/ART partai.

SBY mengungkapkan beberapa ketentuan AD/ART yang tidak terpenuhi, yakni KLB tidak berdasarkan permintaan majelis tinggi partai hingga tidak terpenuhinya syarat 2/3 dari total 34 DPD yang mengajukan KLB.

(ryn/fra)

[Gambas:Video ]


Next Post

Kaesang Buka Suara soal Tuduhan Ghosting

Jakarta, Indonesia — Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, akhirnya buka suara terkait tudingan ghosting atau meninggalkan kekasihnya, Felicia Tissue, tanpa penjelasan. Kaesang memberikan komentar dalam rekaman video yang didapatkan Indonesia.com pada Senin (8/3). Dalam video itu, Kaesang terlihat berbincang dengan seorang pria yang menanyakan soal ghosting tersebut. Awalnya, Kaesang […]