Agensi BLACKPINK Buka Suara soal Kontroversi Lovesick Girls

Farah

YG Entertainment buka suara terkait kekhawatiran serikat pekerja medis Korea atas penggunaan seragam perawat di video Lovesick Girls milik BLACKPINK.

Jakarta, Indonesia —

YG Entertainment buka suara terkait kekhawatiran Serikat Pekerja Kesehatan dan Medis Korea atas penggunaan seragam perawat dalam video musik Lovesick Girls milik BLACKPINK.

Mereka merilis pernyataan ini untuk menanggapi serikat yang berpendapat bahwa gambaran perawat dalam video musik itu bisa menyebabkan stereotip menyimpang.

Dalam keterangan resmi, YG Entertainment menyatakan bahwa mereka bersama BLACKPINK sangat menghormati para perawat yang selalu mendampingi pasien dan berada di garda terdepan, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini.

“Tidak ada niatan kami untuk itu [membuat stereotip keliru terhadap perawat]. Namun, kami turut peduli terkait kekhawatiran pandangan yang menyimpang,” demikian pernyataan YG Entertainment seperti dilansir Newsen via Naver, Selasa (6/10).

Pilihan Redaksi
  • BLACKPINK Dimabuk Cinta dalam Lovesick Girls
  • Lovesick Girls BLACKPINK Cetak Rekor Baru YouTube
  • BLACKPINK Bagikan Pesan Harapan Lewat THE ALBUM

Mereka kemudian menjelaskan bahwa Lovesick Girls merupakan lagu yang menyoroti penyebab banyak orang terus berusaha mencari cinta meski sering sekali tersakiti. Di sisi lain, lagu itu juga berisi pesan penuh harapan.

“Kami harap Anda menganggap video musik itu sebagai genre seni independen. Kami sangat menghargai apabila Anda bisa memahami setiap adegan dibuat dengan tujuan mengekspresikan musik,” tulis agensi.

Mereka juga menulis, “Tim produksi saat ini mempertimbangkan dan membahas kemungkinan adegan tersebut harus diedit atau tidak.”

Pihak agensi melansir pernyataan ini setelah Serikat Pekerja Kesehatan dan Medis Korea melayangkan pernyataan resmi kepada YG Entertainment mengenai kekhawatiran mereka terkait adegan perawat di Lovesick Girls pada Senin (5/5).

Kekhawatiran itu muncul setelah melihat seragam perawat yang dikenakan Jennie terlihat ketat, pendek, dengan sepatu hak tinggi, bertolak belakang dengan pakaian perawat sesungguhnya. Pakaian tersebut dinilai menggambarkan stereotip seksual yang beredar di masyarakat.

“Meskipun perawat merupakan petugas kesehatan profesional, mereka telah menjadi sasaran objektifikasi seksual dan merendahkan gambaran mengenai profesionalisme pekerjaan mereka,” tulis Serikat Pekerja Kesehatan dan Medis Korea seperti dilansir News1 via Naver.

Mereka mengaku sudah sejak lama berusaha mengubah pandangan tersebut hingga pada 2020 YG Entertainment memunculkan gambaran itu dalam video musik yang telah mendapatkan 100 juta views dalam tiga hari sejak dirilis.

[Gambas:Youtube]

“Di rumah sakit yang sesungguhnya, para perawat sedang berjuang di garis terdepan melawan Covid-19 dan mengambil risiko terinfeksi demi kesehatan warga. Namun, perawat juga menjadi tenaga kesehatan yang paling sering mengalami pelecehan seksual,” demikian pernyataan mereka.

Pernyataan itu berlanjut, “Jika media terus menampilkan citra perawat yang menyimpang, situasi seperti ini hanya akan bertambah buruk.”

Serikat Pekerja Kesehatan dan Medis Korea kembali menegaskan bahwa mereka menentang segala bentuk gambaran seksual terhadap perempuan dan perawat.

“Karena lagu baru BLACKPINK menduduki peringkat tinggi di tangga lagu global, kami meminta YG Entertainment mengambil langkah bertanggung jawab agar sesuai dengan popularitas dan pengaruh mereka,” demikian pernyataan mereka.

(chri/has)

Next Post

Tolak Semua Isi Omnibus Law, KPA Akan Gugat ke MK

Jakarta, Indonesia — Konsorsium Pembaruan Agraria akan menguji materi RUU Omnibus Law Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK), RUU itu baru saja disahkan Pemerintah bersama DPR dalam Rapat Paripurna yang digelar Senin (5/10). “Sebagai kelanjutan sikap penolakan, KPA akan menggugat Undang-undang ini ke Mahkamah Konstitusi,” kata Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi […]