7 Pilihan Susu untuk Diet

Farah

Agar tetap mendapatkan manfaat susu namun tak meningkatkan lemak tubuh, berikut pilihan jenis susu untuk diet yang rendah kalori.

Jakarta, Indonesia —

Ketika menjalani program diet, minuman yang mengandung kalori dan lemak adalah yang paling dihindari. Pelaku diet biasanya membatasi asupan susu susu atau bahkan tak mengonsumsinya sama sekali.

Bukan tanpa alasan, ini lantaran susu dianggap mengandung banyak lemak.

Padahal sebenarnya, susu punya beragam jenis dan ada yang justru memberikan manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi sebagai minuman pendamping diet.

Selain memiliki manfaat baik bagi tubuh, susu juga menawarkan kandungan nutrisi, protein, dan kalsium, sebagai sumber penambah stamina dan meningkatkan kekuatan tulang.

Susu untuk Diet

Agar Anda tetap mendapatkan manfaat susu namun tak meningkatkan lemak pada tubuh, berikut pilihan jenis susu yang cocok untuk pendamping program diet.

1. Susu Gandum (Oat Milk)

Seperti diberitakan Healthline, segelas susu gandum memiliki manfaat kesehatan yang mirip dengan semangkuk gandum utuh. Susu gandum juga memiliki gizi yang kaya dan cocok sebagai susu untuk diet.

Secara alami susu gandum memiliki rasa manis. Rasa manis datang dari unsur karbohidrat dalam susu. Serat larut dalam susu gandum atau oat milk mudah menyerap air dan berubah menjadi gel pada proses pencernaan.

Hal tersebut membantu memperlambat proses pencernaan sehingga akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu, susu gandum juga dapat menstabilkan kadar gula darah tubuh.

Serat larut dalam susu gandum dapat menurunkan kadar kolesterol. Kabar ini dibuktikan berdasarkan sebuah studi yang dilakukan selama 5 minggu pada 52 pria.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minum susu gandum mampu menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat), dibandingkan dengan minuman susu lain.

Dalam segelas susu gandum (240 ml) terdapat 120 kalori, 16 gram karbohidrat, 2 gram serat, dan 5 gram lemak. Susu gandum tetap nikmat diminum tanpa tambahan bahan apa pun karena secara alami sudah memiliki rasa manis.

2. Susu Almond

Ilustrasi segelas susuFoto: Stocksnap/Krzysztof Puszczynski
Ilustrasi. Susu almond bisa menjadi pilihan susu untuk diet karena rendah kalori dan tinggi kandungan vitamin E.

Jenis susu yang berasal dari kacang-kacangan ini bisa jadi tidak cocok bagi beberapa orang. Beberapa orang alergi pada susu nabati.

Susu almond yang disajikan tanpa pemanis sangat rendah kalori dan memiliki karbohidrat lebih rendah daripada susu sapi. Manfaat ini baik khususnya bagi seseorang yang mengikuti diet rendah karbohidrat.

Susu almond merupakan asupan yang cocok untuk diet, namun sebaiknya dikonsumsi tanpa pemanis. Dalam segelas susu almond (240 ml) tanpa pemanis, terdapat kandungan 41 kalori, 2 gram karbohidrat, dan 3 gram lemak.

Susu almond juga mampu berperan sebagai sumber antioksidan vitamin E yang merupakan kandungan alamiah. Sejumlah merk dagang susu almond juga biasanya menambahkan beberapa nutrisi pendukung lainnya, seperti kalsium, vitamin A dan vitamin D.

3. Susu untuk Diet: Susu Kelapa

Susu kelapa atau coconut milk mudah dijumpai di negara tropis seperti Indonesia. Proses dari kelapa hingga menjadi susu pun telah melewati tahap tertentu dan mengalami proses konsentrasi secara khusus.

Olahan susu kelapa memiliki manfaat baik bagi tubuh, dan masuk kategori susu untuk diet karena mengandung kolesterol baik (HDL) sebagai penyeimbang berat badan.

Manfaat berikutnya, jenis susu untuk diet ini bisa memelihara kesehatan kulit karena sifat kelapa yang melembapkan, sehingga nutrisi itu dipercaya untuk menjaga kelembapan kulit.

Namun, lemak dalam susu kelapa ini sebenarnya jauh lebih banyak dibanding susu nabati lainnya. Meski kaya lemak, susu ini tidak mengandung karbohidrat sama sekali, cocok untuk seseorang yang tegah menjalani diet rendah karbohidrat.

4. Susu Sapi

Ilustrasi SusuFoto: Daria-Yakovleva/Pixabay
Ilustrasi. Susu sapi cocok dikonsumsi sebagai susu untuk diet karena kaya protein dan vitamin. Namun hindari memberikan gula atau pemanis lainnya.

Susu sapi adalah susu yang paling umum ditemukan di pasaran dan paling populer di masyarakat. Susu sapi merupakan susu yang kaya protein.

Secara alami, susu sapi juga kaya akan kalsium, vitamin B, dan banyak mineral. Tapi, susu sapi yang dijual kemasan kadang sudah dilengkapi dengan vitamin A dan D.

Nutrisi tambahan tersebut menjadikan susu sapi amat bergizi, khususnya untuk diminum anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Dalam segelas susu sapi (240 ml), terdapat 149 kalori, 8 gram protein, dan 12 gram karbohidrat. Dengan menyediakan nutrisi terbaik di banding susu lain, susu sapi juga bisa saja menjadi susu untuk diet, karena kepemilikan nutrisi kompleks yang sebagai tambahan nutrisi tubuh ketika diet.

5. Susu A2

Susu A2 tengah menjadi perbincangan belakangan ini karena beberapa pihak menilai kandungan susu A2 mirip dengan susu sapi. Pada dasarnya susu ini juga bersumber dari sapi, namun dilansir dari Healthline, susu ini lebih mudah dicerna dari susu sapi pada umumnya.

Jenis susu A2 ini bisa jadi pilihan jika seseorang memiliki alergi dalam mengonsumsi susu sapi biasa.

Sejumlah studi menyebut susu A2 diperoleh dengan sederet proses khusus, di antaranya seleksi sapi berdasarkan tes DNA, demi menjaga kualitas susu itu sendiri.

Susu jenis A2 kurang tepat bila dijadikan susu pendamping diet jika seseorang tengah menjalani diet vegan atau diet paleo.

6. Susu Kedelai (Soy Milk)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah membuat harga kedelai impor naik, Jakarta (6/9). Persoalan ini membuat pengusaha tempe di Jakarta mengeluh karena bisnis mereka terkena dampak. ( Indonesia/ Hesti Rika)Ilustrasi. Susu dari bahan kedelai merupakan salah satu jenis susu untuk diet (Foto: Indonesia/Hesti Rika)

Bagi penderita alergi susu sapi, susu kedelai atau soy milk yang berasal dari kacang-kacangan ini bisa jadi solusi. Susu ini juga bisa berperan sebagai susu untuk diet, karena mempunyai kadar kalori lebih rendah.

Untuk diet, baiknya susu kedelai tidak dicampur pemanis lainnya. Dalam segelas susu kedelai (240 ml), terdapat 105 kalori, 6 gram protein, 12 gram karbohidrat, dan 4 gram lemak. Susu ini juga mengandung gizi baik lainnya seperti vitamin B, kalsium, dan fosfor.

7. Susu Rami (Hemp Milk)

Susu ini bersumber dari biji rami atau banyak yang menyebutnya dengan flaxseed. Meski belum banyak ditemui di Indonesia, namun jenis susu ini banyak dijajakan di pasaran.

Susu rami berasal dari tanaman cannabis sativa yang diambil bijinya, kemudian direndam dan dicampur dengan air. Biji untuk mengolah susu ini memang berasal dari tanaman yang sama dengan mariyuana.

Namun, bagian bijinya tidak akan memberi efek pada pikiran seperti mariyuana.

Biji tanaman cannabis sativa atau biji rami ini memiliki kandungan yang baik bagi tubuh, seperti tinggi protein, lemak tak jenuh, omega-3, dan omega-6.

Meski kandungan nutrisi pada susu rami jauh lebih sedikit daripada susu nabati lainnya, tapi susu rami juga bisa jadi susu alternatif bagi pelaku diet.

Dalam segelas susu rami (240 ml), terdapat 60 kalori, 3 gram protein, dan 5 gram lemak. Susu rami tidak mengandung karbohidrat sama sekali, sehingga cocok bagi seseorang yang tengah menjalani diet rendah karbohidrat.

Hindari Menambah Pemanis

Jenis-jenis susu untuk diet ini sebaiknya diminum secara murni. Penambahan pemanis seperti gula, krimer kental manis, maupun bahan-bahan perasa manis lainnya mampu menghilangkan kandungan sehat dalam segelas susu.

Pelajari gizi yang terkandung pada setiap jenis susu dan sesuaikan dengan diet Anda. Susu untuk diet juga harus disesuaikan degan kondisi tubuh Anda dan kemungkinan alergi yang diidap. 

(avd/fjr)

[Gambas:Video ]


Next Post

Refly Harun Mengaku Diajak Gus Nur Kolaborasi Video Wawancara

Jakarta, Indonesia — Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkapkan bahwa ide awal pembuatan video konten wawancara untuk diunggah ke channel Youtube berasal dari tersangka Sugik Nur Rahardja alias Gus Nur. “Saya itu ditelepon tanggal 12 Oktober oleh Gus Nur untuk ngajak yang namanya kolaborasi,” kata Refly kepada wartawan saat […]