Breaking News in Indonesia

7 Alasan Diet Soda Tak Bisa Turunkan Berat Badan

Jakarta, Indonesia —

Diet soda atau diet coke merupakan jenis minuman ringan bersoda dengan pemanis buatan yang bebas gula dan hampir tidak mengandung kalori. Minuman ini diklaim dapat mengurangi asupan gula dan mengendalikan berat badan.

Namun ternyata, sejumlah temuan menunjukkan konsumsi diet soda tak bisa menurunkan berat badan.

Berikut sejumlah alasan diet soda tak bisa menurunkan berat badan.

1. Diet soda tidak bergizi

Ilustrasi Minuman SodaIlustrasi minuman bersoda. Alasan diet soda tak bisa menurunkan berat badan adalah karena tidak mengandung nilai gizi. (Foto: kaicho20/Pixabay)

Diet soda merupakan minuman yang terdiri dari campuran air berkarbonasi, mengandung pemanis buatan, perwarna, perasa, dan bahan tambahan minuman lainnya. Kandungan ini umumnya tidak memiliki nilai gizi dan juga tidak dibutuhkan oleh tubuh.

2. Meningkatkan risiko obesitas

I am fat. Nice red haired woman measuring her waist while wanting to lose her weightAlasan diet soda tidak bisa menurunkan berat badan adalah karena dapat meningkatkan risiko obesitas. (Foto: iStockphoto/Zinkevych)

Alih-alih menurunkan berat badan, sejumlah studi justru menunjukkan konsumsi diet soda dapat meningkat risiko obesitas dan sindrom metabolik.

3. Diet soda meningkatkan nafsu makan

Sejumlah studi mendapati konsumsi diet soda dapat meningkatkan nafsu makan. Pasalnya, diet soda merangsang hormon lapar, mengubah reseptor rasa manis, dan memicu respons dopamin di otak.

Lihat juga:

Manfaat Lemon untuk Diet, Minim Kalori sampai Lunturkan Lemak

4. Meningkatkan risiko diabetes

Diet soda juga dikaitkan dengan diabetes tipe 2. Studi pada 64 ribu perempuan yang mengonsumsi minuman berpemanis meningkatkan risiko terkena diabetes sebesar 21 persen.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Severe heartache, man suffering from chest pain, having heart attack or painful cramps, pressing on chest with painful expression.Alasan diet soda (Foto: Istockphoto/stevanovicigor)

Konsumsi diet soda juga dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Penelitian pada lebih dari 220 ribu orang menunjukkan konsumsi minuman yang diberi pemanis meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung hingga 9 persen.

6. Meningkatkan risiko penyakit ginjal

Konsumsi soda juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal ginjal. Orang yang minum lebih dari tujuh gelas soda per minggu memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena penyakit ginjal.

Kerusakan ginjal tersebut disebabkan oleh kandungan fosfor pada soda yang tinggi, yang dapat meningkatkan beban asam pada ginjal.

7. Meningkatkan risiko kelahiran prematur

Konsumsi diet soda pada ibu hamil juga dikaitkan dengan kelahiran prematur. Selain itu, anak yang dilahirkan juga lebih berisiko mengalami obesitas.

Lihat juga:

8 Aturan Mengonsumsi Kopi untuk Diet

Itulah alasan diet soda tak bisa menurunkan berat badan. Alih-alih menurunkan berat badan, konsumsi diet soda justru dikaitkan dengan sejumlah penyakit.

(din/ptj)

[Gambas:Video ]