5 Penyakit Kulit pada Diabetes

Farah

Berdasar American Diabetes Association, penyakit kulit kerap jadi tanda kasat mata pada beberapa penderita diabetes. Berikut penyakit kulit pada diabetes.

Jakarta, Indonesia —

Diabetes atau penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah di atas batas normal ini dapat menyerang setiap bagian tubuh, termasuk kulit. Berdasar American Diabetes Association (ADA), penyakit kulit kerap jadi tanda kasat mata pada penderita diabetes.

Pada kasus diabetes tipe 2, kondisi penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya bisa semakin parah dan tak jarang menimbulkan penyakit kulit baru.

Penyakit kulit pada diabetes, khususnya diabetes tipe 2 berhubungan dengan sirkulasi darah yang buruk sehingga aliran darah ke kulit berkurang. Melansir laman kesehatan Healthline, diabetes juga bisa merusak pembuluh darah dan saraf. Kemampuan sel darah putih untuk memerangi infeksi pun berkurang akibat kadar gula darah yang tinggi.

Berikut beberapa penyakit kulit yang rentan dialami pengidap diabetes.

1. Vitiligo

Melansir dari WebMD, vitiligo kerap dikaitkan dengan diabetes tipe 1 daripada diabetes tipe 2. Penyakit kulit pada diabetes ini mengakibatkan perubahan warna kulit. Sel-sel khusus yang memproduksi pigmen hancur dan menghasilkan bercak putih yang tersebar di sekitar mulut, lubang hidung dan mata.

Saat ini pengobatan vitiligo menggunakan steroid topikal dan mikropigmentasi atau tato. Pemilik vitiligo pun disarankan untuk selalu menggunakan tabir surya agar kulit yang berubah warna tidak terbakar sinar matahari.

2. Acanthosis nigricans

Penyakit kulit pada diabetes yang berhubungan dengan resistensi insulin adalah acanthosis nigricans. Penyakit ini juga kerap jadi tanda awal diabetes. Acanthosis nigricans mengakibatkan penggelapan pada area kulit tertentu terutama area lipatan. Kulit perlahan berwarna coklat lalu jadi coklat gelap dan seperti sedikit terangkat.

Paling sering timbul seperti kutil kecil di samping atau belakang leher, ketiak, di bawah payudara dan selangkangan. Acanthosis nigricans biasanya timbul pada mereka yang memiliki berat badan berlebihan.

Infografis Komplikasi DiabetesFoto: Indonesia/ Fajrian
Infografis Komplikasi Diabetes

3. Aterosklerosis

Diabetes membuat sirkulasi darah memburuk. Salah satu akibatnya timbul aterosklerosis. Penyakit kulit pada diabetes ini timbul akibat penyempitan pembuluh darah karena penumpukan plak sehingga dinding pembuluh darah menebal.

Saat pasokan darah ke kulit berkurang, kulit akan kekurangan oksigen sehingga timbul masalah seperti rambut rontok, kulit menipis dan berkilau terutama pada tulang kering, kuku kaki menebal dan berubah warna juga kulit jadi dingin. Anda juga akan mendapati luka pada kulit proses penyembuhannya lebih lama karena saat pasokan darah berkurang, demikian pula dengan sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi.

4. Dermopati diabetes

Selain aterosklerosis, perubahan sirkulasi darah rentan menimbulkan dermopati diabetes. Pada kulit akan timbul lesi bulat atau oval mengkilap pada kulit tipis di tulang kering atau tungkai bawah. Bercak tidak menimbulkan rasa sakit, jarang pula terasa gatal atau ada sensasi terbakar. Umumnya dermopati diabetes tidak memerlukan perawatan medis.

Lihat juga:

Cara Cek Gula Darah Sendiri dengan Glukometer

5. Necrobiosis lipoidica diabeticorum (NLD)

Necrobiosis lipoidica diabeticorum (NLD) lebih jarang daripada dermopati diabetes. NLD timbul karena ada perubahan kolagen dan lemak di bawah kulit. Melansir dari Healthline, pada kulit akan timbul bercak coklat muda, oval dan melingkar. Seiring waktu, bercak kaan tampak berkilau dengan garis tepi berwarna merah atau ungu disertai rasa gatal dan nyeri.

Selama bercak tidak luka atau terbuka, tidak diperlukan pengobatan. Bercak biasanya timbul pada kaki.

(els/NMA)

[Gambas:Video ]

Next Post

PBB Minta RI Ongkosi Forum Bencana di Bali Rp80,7 Miliar

Jakarta, Indonesia — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan Indonesia diminta untuk menanggung biaya penyelenggaraan konferensi internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) sebesar US$5,49 juta atau Rp80,74 miliar (kurs Rp14.700 per dolar AS). Hal ini merupakan permintaan dari United Nations Office for Disaster Risk Reduction […]