5 Makanan untuk Meningkatkan Kolesterol Baik

Farah

Jakarta, Indonesia —

Kolesterol tak selamanya jahat. Terdapat kolesterol baik yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda bisa mengonsumsi sejumlah makanan untuk meningkatkan kolesterol baik.

Kolesterol baik dikenal juga dengan istilah high-density lipoprotein atau HDL. Sedangkan kolesterol jahat disebut dengan low-density lipoprotein (LDL). Gabungan dari HDL, LDL, dan trigliserida atau sejenis lemak yang dibawa dalam darah, akan memberi kadar kolesterol total.

Kadar HDL yang tinggi akan membantu menghilangkan kolesterol buruk dan penumpukan plak di pembuluh darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Kolesterol baik atau HDL dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Tingkat HDL yang ideal adalah 60 mg/dL atau lebih.

Berikut makanan untuk meningkatkan kadar kolesterol baik.

1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang polong hitam, kacang merah, dan lentil adalah sumber serat larut yang baik untuk tubuh. Kacang juga kaya akan folat atau vitamin B yang dapat menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Nutrisi di dalam kacang dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik.

2. Buah berserat tinggi

Buah-buahan yang berserat tinggi seperti apel, pir, dan pepaya dapat membantu menurunkan LDL dan meningkatkan kadar HDL.

3. Ikan berlemak

Dikutip dari Healthline, kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan berlemak dapat menurunkan LDL, sehingga meningkatkan kolesterol baik. Asam lemak omega 3 bisa didapatkan dari ikan tuna, sarden, kembung, dan salmon.

Lihat juga:

Asupan Vitamin D Selain Berjemur di Bawah Sinar Matahari

4. Kedelai

Produk olahan dari kedelai juga baik untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL. Produk olahan kedelai yang baik diantaranya susu kedelai, tempe, dan tahu.

5. Yogurt

Dikutip dari Eat This, studi menunjukkan, yogurt dan susu fermentasi memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pilih yogurt dengan protein yang tinggi dan tanpa tambahan gula.

(ptj/asr)

[Gambas:Video ]


Next Post

Intip Ongkos yang Dibayar RI untuk Vaksin AstraZeneca

Jakarta, Indonesia — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku baru mengetahui masa kedaluwarsa vaksin AstraZeneca hanya tinggal tiga bulan. Padahal interval penyuntikan dosis pertama ke kedua vaksin ini cukup panjang yakni 9-12 minggu. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia akan mubazir jika penyuntikannya tak segera […]