Breaking News in Indonesia

41 Begal Ditembak Dua Pekan usai Polsek Candipuro Dibakar

Bandar Lampung, Indonesia —

Sekitar dua pekan atau 15 hari pasca-pembakaran Polsek Candipuro, Lampung, 124 pelaku pencurian ditangkap dengan 41 di antaranya ditembak. Tiga kasus di antaranya melibatkan pemain ‘kakap’.

Pelaku pencurian yang dibekuk itu berkategori pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (curat, curas, curanmor/3C).

Hal itu dilakukan setelah Polsek Candipuro, Lampung, dibakar massa yang kecewa dengan penanganan begal oleh aparat, Selasa (18/6) tengah malam.

Pascakejadian, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno meminta jajarannya memberantas begal dalam satu bulan, baik hidup atau pun mati.

“Total pelaku pembegalan yang ditangkap, ada 124 orang pelaku dan ini hasil pengungkapan Polda Lampung dan Polres Jajaran,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Andrian Indra Nurinta, di kantornya, Rabu (2/6).

Ia mengatakan, dari 124 pelaku pembegalan dan curanmor yang ditangkap, 41 pelaku terpaksa diberikan “tindakan tegas dan terukur karena berupaya melawan petugas dan berusaha kabur saat akan ditangkap”.

Selain itu, ada empat pelaku yang menyerahkan diri, yakni KD, SL, RI dan YE.

Sedangkan untuk barang bukti yang disita dari para pelaku berupa 11 pucuk senjata api rakitan, tujuh bilah senjata tajam, dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Baca juga:

Begal Bersenpi di Lampung Selatan Tewas Ditembak Polisi

Kasus Menonjol

Dalam hal jumlah kasus, pihaknya mengungkap 99 kejadian pembegalan dan curanmor selama dua pekan terakhir.

“Penangkapan para pelaku pembegalan dan curanmor ini, dilakukan selama dua minggu (18-31 Mei 2021) dan ada 99 kasus yang berhasil diungkap,” ujarnya.

Tiga di antaranya, lanjut dia, merupakan kasus yang menonjol dan menjadi sorotan. Pertama, penangkapan buronan berinisial ES alias Jarwo alias Ngapak, warga Kampung Surabaya, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah.

Pelaku ES ini merupakan buronan kasus perampokan toko emas di daerah Padang Ratu, dia (pelaku) juga melakukan aksi curat toko Multi Mart di daerah Pinggur, lalu pelaku curas (dobrak rumah) di Kampung Sendang Agung dan pelaku penodongan mobil sales di Jalan Tanjung Jaya, Bangunrejo dan berhasil menggasak uang korban Rp200 juta.

Baca juga:

Polda Lampung Ungkap 3 Kasus Pencurian usai Insiden Candipuro

“Pelaku ES terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena melawan menggunakan senjata api saat ditangkap dan pelaku tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.

Kedua, penangkapan yang dilakukan tim gabungan Polres Lampung Timur, Ditreskrimum Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan terhadap pelaku berinisial AM (36), warga Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

“Pelaku AM juga kita tindak tegas dan tewas ditembus timah panas saat dilakukan penangkapan di daerah Way Jepara, Lampung Timur, Selasa (25/5) dinihari lalu,”bebernya.

Berdasarkan penelusuran rekam jejak AM, kata Andrian, pelaku telah beraksi bersama dua orang rekannya yang sudah lebih dulu ditangkap di 28 lokasi di tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Kota Bandarlampung.

Infografis deret kasus pembunuhan satu keluargaInfografis deret kasus pembunuhan satu keluarga. (Foto: Indonesia/Fajrian)

“Dari 28 TKP, 14 TKP di Lampung Selatan dan semuanya di wilayah Kecamatan Candipuro. Lalu 12 TKP di Lampung Timur, yakni di Pasir Sakti dan Jabung masing-masing enam TKP dan 2 TKP lagi di Kota Bandarlampung,” terangnya.

Kasus menonjol yang ketiga, lanjut Andrian, yakni pengungkapan komplotan pelaku curas atau begal terorganisir dilakukan Satreskrim Polresta Bandarlampung.

Dari pengungkapan tersebut, ada lima orang pelaku yang ditangkap. Masing-masing berinisial MH (22), NG (22), EDN (19) dan OA (22), keempatnya sebegai eksekutor dan pelaku DAR merupakan otak dari komplotan pelaku dan sekaligus penadah barang hasil curian.

“Komplotan begal terorganisir yang diungkap ini, termasuk ‘pemain’ kelas kakap untuk tindak pidana curas atau pembegalan. Pasalnya, dari tahun 2020 hingga 2021 ada 50 TKP di Bandarlampung,” tandasnya.

Baca juga:

Ombudsman Kecewa Polisi Tak Ungkap Data Tembak Mati Penjahat

Terpisah, Polrestabes Medan menembak mati satu dari tiga tersangka kasus curas yang mengakibatkan korban Lisbet Napitupulu (58) meninggal dunia. Tersangka ditembak mati karena melakukan perlawanan terhadap polisi saat diringkus.

“Tiga tersangka yang diringkus berinisial MA, MAK dan AI. Tersangka MA melakukan perlawanan dan berusaha merebut senjata anggota kita. Kemudian anggota melakukan tindakan tegas terukur menghentikan tersangka,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Rabu (2/6).

Riko mengatakan MA diduga sebagai otak pelaku yang menyebabkan korban Lisbet meninggal dunia di rumahnya di Jalan Pelita I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Sementara tersangka MAK ditembak di bagian kaki karena melawan petugas.

Kejadian ini bermula pada 5 Mei 2021. Tersangka MAK menemui MA di rumahnya, Jalan Gaharu, Kota Medan. Mereka kemudian merencanakan perampokan. MA membawa sebuah satu pisau kuningan dan menyampaikan kepada MAK bahwa ‘ada Job’.

Baca juga:

Polri soal 2 Tersangka Unlawful Killing: 1 Menembak, 1 Sopir

“Mereka ini ada satu target yaitu perempuan yang tinggal di Jalan Pelita 1 Medan Timur,” ujar Riko.

Hari-H kejadian, pelaku menjarah rumah korban dan membunuhnya. Barang milik korban yang dibawa kabur di antarana sepeda motor Supra X 125, uang tunai Rp10 juta.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 365 ayat 4 KUHPidana dan atau Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. 

(zai/fnr/arh)

[Gambas:Video ]