4 Kiat Siapkan Dana Mudik Lebaran 2021

Farah

Jakarta, Indonesia —

Keputusan pemerintah mengizinkan mudik lebaran 2021 menjadi lampu hijau bagi mereka yang sudah ‘kangen’ rumah bersama keluarga besar.

Maklum, tahun lalu mudik dilarang oleh pemerintah akibat pandemi covid-19. Mulai melandainya angka penyebaran dan digulirkannya vaksin corona membuat pemerintah melonggarkan mobilisasi masyarakat.

Meski begitu, protokol kesehatan tetap harus diterapkan sesuai dengan kebijakan dari test swab PCR atau Antigen hingga test GeNose. Untuk mereka yang bakal mudik, tentu sudah harus melakukan perencanaan sejak sekarang.




Meski tradisi mudik bukan hal baru, namun Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad menyebut perencanaan di tahun ini agak berbeda dari biasanya. Pasalnya, mudik di tengah pandemi membutuhkan perencanaan ekstra, misalnya saja untuk kebutuhan yang berkaitan dengan persyaratan protokol kesehatan.

Berikut adalah kiat menyiapkan dana mudik di era pandemi:

1. Cek Tabungan dan Pos Lain yang Tidak Mendesak

Teja menyebut untuk menentukan anggaran (budget) mudik, dapat dimulai dari menghitung nilai tabungan yang ada di dalam rekening dan pos tabungan lain yang tidak mendesak, pos rekreasi misalnya.

Ia menyebut uang senggang tersebut dapat disisihkan sebagai ‘modal’ untuk pulang ke kampung halaman. Dari sana, sisihkan dana untuk pengeluaran yang sudah dapat dihitung dari jauh-jauh hari seperti tiket transportasi, akomodasi, konsumsi, dan angpao bagi yang memberikan.

Jangan lupa juga sisihkan anggaran untuk melakukan test kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di daerah tujuan. Dari sana, Anda akan mengetahui berapa budget minimal yang dibutuhkan. Jika tak cukup, Anda bisa mencari dari pos lainnya.

Lihat juga:

Tip Menentukan Prioritas Saat Diskon PPN dan DP 0 Persen

2. Maksimalkan THR

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan dana yang paling lumrah digunakan untuk mudik adalah tunjangan hari raya (THR). Apalagi, biasanya pencairannya pun tepat sebelum mudik berjalan.

Andy menyebut THR dapat digunakan untuk menambal kebutuhan mudik yang masih tidak bisa dipenuhi dari tabungan sekaligus menjadi pengukur seberapa banyak anggaran yang dapat dibelanjakan untuk mudik tahun ini.

Ia menyebut momen mudik di kampung halaman merupakan momen yang emosional, apalagi setelah setelah tak mudik tahun lalu. Sehingga, bisa jadi tahun ini pengeluaran dikeluarkan lebih besar dari biasanya.

Lihat juga:

5 Cara Manfaatkan ‘Uang Kaget’ dari Pembebasan Lahan

Habis-habisan boleh saja, namun Andy mengingatkan untuk mengetahui limit masing-masing.

“Jangan membiarkan akal sehat kita kalah dengan emosional, kalau budget Rp10 juta, dimaksimalkan. Cukup tidak cukup maksimalkan di situ,” jelasnya.

3. Cari Alternatif Murah

Jika Anda ingin merayakan Idulfitri dengan budget pas-pasan, Teja menyebut yang dapat dilakukan adalah mencari alternatif yang lebih murah.

Misalnya, memilih transportasi darat dibandingkan udara, jika memungkinkan. Namun, dengan mengandalkan transportasi darat, harus dilakukan persiapan waktu yang lebih panjang.

Lihat juga:

4 Cara Hindari Jebakan Tumpukan Cicilan Akibat DP 0 Persen

Sepaham, Andy menilai mencari alternatif lainnya boleh saja. Namun, ia tak menyarankan untuk mencari pendanaan eksternal untuk pulang kampung.

Meski secara finansial Anda dapat membayar utang kartu kredit di kemudian hari, namun ia menyebut jika harus mengandalkan kartu kredit, artinya Anda sudah overbudget.

Karena itu, mungkin ada perlu mengevaluasi keputusan untuk pulang kampung di tahun ini.

4. Sisihkan Dana Kembali

Tak hanya menyiapkan dana untuk pulang ke daerah tujuan, namun Anda juga harus menyisihkan dana untuk kembali ke kota tempat domisili. Walau tak diinginkan, namun dana darurat untuk kejadian di luar dugaan harus menjadi prioritas.

Andy menyebut sekitar 20 persen dari budget mesti dialokasikan untuk uang pegangan saat kembali ke kota domisili.

[Gambas:Video ]

(age)


Next Post

Pakar Sangsi Sikap Jokowi Sama soal 3 Periode Usai Amandemen

Jakarta, Indonesia — Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas Feri Amsari menyangsikan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal masa jabatan presiden tiga periode masih akan sama jika Undang-undang Dasar 1945 diamandemen. Sebelumnya Jokowi mengatakan tak berniat memperpanjang masa jabatan. Dia memastikan akan tunduk pada konstitusi yang mengamanatkan dua periode. Pernyataan itu diulang setiap kali isu masa […]