4 Fenomena Langit pada Minggu Kedua Oktober

Farah

Fenomena langit pada minggu kedua Oktober ini terdiri dari Oposisi Mars, konjungsi Bulan dan Venus, hingga Fase Perbani Akhir Bulan.

Jakarta, Indonesia —

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) membagikan deretan fenomena langit yang terjadi pada 9 hingga 15 Oktober. Fenomena langit pada minggu kedua Oktober ini terdiri dari Oposisi Mars, konjungsi Bulan dan Venus, hingga Fase Perbani Akhir Bulan.

Dikutip dari akun Instagram Pusat Sains Antariksa Lapan (Pussainsa) berikut deretan fenomena langit yang akan terjadi pada minggu kedua Oktober.

1. Deklinasi Maksimum Utara Bulan (9 Oktober)




Deklinasi maksimum Utara memiliki makna Bulan terletak pada posisi paling utara dari ekuator langit, sebagaimana yang terjadi saat solstis Matahari pada Juni lalu.

Bulan akan berada pada deklinasi maksimum Utara pada pukul 20.06 WIB. Saat itu, Bulan memiliki jarak geosentris 391,3 ribu km, iluminasi 54,9 persen, dan lebar sudut 16,8 menit busur.

Deklinasi Bulan terjadi ketika mencapai maksimum antara 18,3 derajat hingga 28,6 derajat. Hal ini disebabkan orbit Bulan memiliki kemiringan 5,15 derajat terhadap ekliptika dan sumbu rotasi Bumi dengan kemiringan 23,44 derajat.

2. Bulan Memasuki Fase Perbani Akhir (10 Oktober)

Puncak fase perbani akhir Bulan akan terjadi pada 10 Oktober pukul 07.39 WIB. Bulan akan berjarak geosentris dari Bumi sebesar 388.699 km dan terletak pada konstelasi Gemini.

Bulan akan terbit sekitar tengah malam dari arah Timur-Timur laut. Bulan kemudian berkulminasi di arah Utara ketika Matahari Terbit dan terbenam dari arah Barat-Barat Laut menjelang tengah hari.

[Gambas:Instagram]

3. Oposisi Mars, Bumi, dan Matahari (14 Oktober)

Oposisi Mars adalah ketika Mars, Bumi dan Matahari terletak pada satu garis lurus. Intinya Bumi berada di antara Mars dan Matahari dalam satu garis lurus.

Puncak oposisi Mars terjadi pada pukul 06.40 WIB dengan magnitudo visual -2,6 dan diameter sudut 22,33 detik busur. Jarak Mars ketika Oposisi sangat dekat dengan Bumi, yakni sebesar -0,419 SA atau 62,07 juta kilometer.

Hal ini membuat Mars akan tampak lebih besar dan lebih terang dibandingkan biasanya.

Mars dapat disaksikan mulai pukul 18.15 WIB (13/10) dari arah Timur hingga keesokan harinya pada pukul 05.15 WIB dari arah Barat. Mars terletak di konstelasi Pisces.

Lihat juga:

7 Fenomena Hujan Meteor Oktober, Bisa Dilihat Tanpa Alat

4. Konjungsi Bulan – Venus (14 Oktober)

Puncak konjungsi Bulan-Venus terjadi pada pukul 12.52 WIB dengan sudut pisah sebesar 4,05 derajat. Fenomena ini dapat diamati sejak pukul 03.45 WIB hingga 05.30 WIB dari arah Timur-Timur Laut.

Venus akan terletak di sebelah selatan Bulan yang berada di fase Sabit Akhir. Saat itu Bulan memiliki iluminasi 12,7 persen dan lebat sudut 4,1 menit busur. Konjungsi Bulan-Venus terletak dekat konstelasi Leo.

(jnp/fea)

[Gambas:Video ]

Next Post

Hasil Final NBA: Heat Taklukkan Lakers di Game 5

Jakarta, Indonesia — Miami Heat berhasil menaklukkan Los Angeles Lakers dengan skor 111-108 pada game kelima final NBA 2020, Sabtu (10/10) WIB. Dengan kemenangan ini laga berlanjut ke game keenam. Heat sukses menunjukkan kegigihan mereka di laga ini meski mendapat tekanan besar karena tertinggal 1-3. Jimmy Butler jadi bintang Heat dengan […]