3 Tahap yang Bakal Dilalui Peserta Prakerja Gelombang 10

Farah

Peserta yang lolos pendaftaran kartu prakerja gelombang 10 setidaknya akan melalui tiga tahap. Berikut tahapannya.

Jakarta, Indonesia —

Program Kartu Prakerja telah memasuki gelombang 10 yang merupakan gelombang terakhir. Gelombang 10 sendiri dibuka pada Sabtu (19/9) lalu dan akan ditutup pada hari ini, Senin (28/9 pukul 12.00 WIB.

Head of Communications PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan jumlah kuota yang disediakan untuk pendaftaran gelombang 10 sebanyak 116.261 orang. Jumlah tersebut merupakan sisa kuota yang tersedia.

Untuk pelamar yang lolos pada gelombang 10 kali ini, akan mengikuti tahapan pelatihan hingga mendapatkan insentif serupa pada gelombang terdahulu. Berikut sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh peserta yang lolos:




1. Ikut Pelatihan

Setelah dinyatakan lolos, peserta akan mendapatkan biaya pelatihan senilai Rp1 juta melalui akun Kartu Prakerja masing-masing. Selanjutnya, peserta bisa memilih jenis pelatihan berdasarkan kebutuhan masing-masing melalui platform digital mitra Kartu Prakerja.

Saat ini, terdapat 7 platform digital yang menjadi mitra pemerintah dan 165 lembaga pelatihan yang menyediakan lebih dari 2.000 jenis pelatihan.

Sebagai catatan, setiap penerima Kartu Prakerja wajib menggunakan bantuan untuk mengikuti pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak menerima insentif pelatihan. Jika tidak, maka status kepesertaannya akan dicabut sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor 11 tahun 2020.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sendiri telah mencabut status kepesertaan 189.436 orang. Karenanya, dana peserta sebesar Rp672 miliar dikembalikan ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN) menyusul pencabutan status kepesertaan itu.

Lihat juga:

PMO Ungkap Alasan Pelamar Kartu Prakerja Gagal

2. Terima Insentif

Setelah mengikuti seluruh kelas pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat pada dashboard Kartu Prakerja. Selanjutnya, PMO Kartu Prakerja akan mengirimkan insentif pasca pelatihan senilai Rp600 ribu kepada peserta.

Insentif tersebut akan dikirimkan melalui uang elektronik (e-money) milik peserta. Saat ini, PMO Kartu Prakerja bekerja sama dengan empat mitra pembayaran, meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, LinkAja, Gopay, dan OVO.

3. Survei Program

PMO Kartu Prakerja juga meminta peserta untuk memberikan penilai terhadap program tersebut sebanyak tiga kali survei. Untuk setiap survei, peserta mendapatkan insentif survei senilai Rp50 ribu sehingga totalnya mencapai Rp150 ribu.

Lihat juga:

Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 10

Untuk diketahui, setiap peserta akan mendapatkan total insentif sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Kartu Prakerja telah menyerap 98 persen dari total target penerima sejak dibuka pada 11 April lalu hingga gelombang 9.

Tercatat, total penerima Kartu Prakerja setelah penutupan pendaftaran gelombang 9 pada 21 September mencapai 5.480.918 atau 98 persen dari total kuota 5.597.183 orang di 2020. Sementara itu, sisa kuota sebesar 116.261 akan diserap melalui pendaftaran gelombang 10.

“Dengan demikian lengkaplah total kuota penerima Kartu Prakerja tahun anggaran 2020,” ujar Airlangga melalui keterangan resmi beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video ]

(ulf/sfr)

Next Post

Listrik DPR Padam, Alasan Bahas RUU Ciptaker Pindah ke Hotel

Jakarta, Indonesia — Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Achmad Baidowi menjawab kritik yang dilayangkan Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, yang mengaku heran pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) digelar di Hotel Swissbell, Serpong, Banten, pada Minggu (27/9) kemarin. Pemilik sapaan akrab Awiek itu […]