1.000 Buruh Akan Kepung DPR, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin

Farah

Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional. Pengendara diimbau menghindari kawasan gedung DPR/MPR RI agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

Jakarta, Indonesia —

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR terkait aksi demo buruh, Senin (9/11) hari ini. Penggerak massa dari buruh mengklaim aksi akan dihadiri kurang lebih seribu orang.

Demo kali ini digelar oleh elemen buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan KSPI Andi Gani (KSPI AGN) dalam rangka menolak Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Rekayasa lalu lintas sifatnya masih situasional,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Senin (9/11).

Sambodo pun mengimbau kepada para pengguna jalan untuk menghindari kawasan sekitar gedung DPR/MPR RI. Hal itu untuk menghindari dampak kemacetan lalu lintas akibat aksi demo buruh.

Berikut pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR yang disiapkan Ditlantas Polda Metro:
1. Arus lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto arah Slipi ditutup dan dibelokan ke Jalan Gerbang Pemuda.
2. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gatot Subroto ditutup dan dibelokan kembali ke Jalan Gerbang Pemuda.
3. Jalan Gatot Subroto depan Gedung DPR ditutup.
4. Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur arah Jalan Gelora ditutup dan diluruskan ke Jalan Tentara Pelajar.
5. Arus lalu lintas dari Jalan Asia Afrika ke arah Jalan Gelora ditutup dan dibelokan ke Jalan Gerbang Pemuda.
6. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda ke arah Jalan Gelora ditutup dan dibelokan ke Jalan Asia Afrika.

Dua elemen buruh itu rencananya akan mulai berunjuk rasa sekitar pukul 10.30 WIB. Diprediksi ada sekitar 1.000 massa buruh yang ikut dalam demonstrasi itu.

“Menuntut dibatalkannya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja melalui mekanisme legislative review dan kenaikan upah minimum 2021,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11) malam.

Terkait aksi demo ini, sebanyak 2.295 personel gabungan TNI, Polri, dan Dishub diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

(dis/ain)

[Gambas:Video ]


Next Post

Bareskrim Periksa Pengawas Cleaning Service terkait Kebakaran Kejagung

Bareskrim Polri hari ini kembali memeriksa sejumlah saksi dalam kasus kebakaran Kejaksaan Agung RI. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, hari ini dijadwalkan pihaknya akan memeriksa empat saksi. Mereka terdiri dari sejumlah pihak yang seluruhnya berkenaan dengan cleaning service. “Hari ini Tim Penyidik Gabungan memeriksa saksi-saksi,” […]