Warga Karanganyar Diimbau Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Saat Salat Id

Irene

Warga Karanganyar Diimbau Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Saat Salat Id

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengizinkan masyarakat menggelar Salat Idul Fitri 1441 H, baik di rumah maupun di tempat umum. Namun Bupati Karanganyar Juliyatmono berpesan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Kami memberikan pilihan. Boleh yang mau ke lapangan, masjid, musala, tapi tetap perhatikan protokol kesehatan. Ya pakai masker, jarak saf juga harus diatur, persingkat khotbahnya, selesai tidak perlu bersalaman, pulang,” ujar Juliyatmono kepada , Rabu (20/5).

Bupati juga berpesan agar masyarakat menghindari kerumunan serta halal bi halal. Pihaknya tetap kepada putusan mengizinkan salat Id di gelar di lapangan, tempat atau fasilitas umum serta di masjid, namun dengan tetap dengan pengaturan jarak.

“Tapi tetap saya minta hindari berkerumun dalam pengertian yang dilakukan tradisi masyarakat Jawa. Di dusun itu biasanya setelah salat Id kumpul di satu titik, salaman sama warga. Baru setelah itu silaturahmi dari rumah ke rumah berkunjung ke saudara-saudaranya. Itu yang saya minta dihindari, jangan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, tidak perlu bersilaturahmi ke banyak orang. Karena, pemerintah juga meniadakan cuti bersama. Libur kerja hanya dilakukan sesuai kalender nasional, yakni hari Minggu dan Senin. Sehingga suasana di masyarakat memang bukan suasana Lebaran seperti biasanya.

“Selasa kita sudah masuk kerja lagi. Jadi memang suasananya, suasana yang tidak berlanjut ke tradisi budaya kita sebagai masyarakat Jawa yang biasanya silaturahmi. Lha kalau libur satu minggu kan bisa silaturahmi ke mana-mana. Karena liburnya hanya 2 hari, artinya menyederhanakan, menghindari berkerumun dalam budaya tadi,” katanya.

Juliyatmono menyarankan, halal bi halal diganti dengan ikrar batin. Masing-masing saling meminta dan saling memberi maaf melalui hati kita sehingga menghindari saling bersalaman. Menurut Juliyatmono, budaya bersalaman sudah biasa dilakukan dalam tradisi Jawa.

Terkait kemungkinan sulitnya pelaksanaan di lapangan, Juliyatmono menilai masyarakat kita saat ini sudah pintar. Ia percaya masyarakat saat ini jauh lebih tertib. Juliyatmono juga tidak mempermasalahkan, jika banyak orang asing yang akan bergabung dalam salat Id.

“Sepanjang pakai masker, bawa sajadah sendiri, jarak safnya juga tertata dan tidak bersentuhan, saya kira akan aman-aman saja,” tandasnya.

Juliyatmono menambahkan, lokus penyebaran virus corona saat ini hanya tinggal yang berasal dari klaster Gowa Sulawesi Selatan saja. Saat ini sudah lokasinya teratasi, semua pasien sudah dirawat di rumah sakit. Sedangkan klaster kedua yang berasal dari dokter dan perawat, juga sudah selesai ditangani. [cob]

Next Post

Sepi Pemudik, Begini Suasana Pelabuhan Merak di Malam Hari

Sepi Pemudik, Begini Suasana Pelabuhan Merak di Malam Hari. Suasana Pelabuhan Merak di Malam Hari. Memasuki H-4 Lebaran, arus penyeberangan Merak di malam hari terlihat sepi pemudik. Suasana aktivitas kendaraan yang akan menyeberang di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (19/5/2020). ©2020 /Imam Buhori