Warga Desa di Aceh Protes Istri Aparat Desa Terima Bansos

Farah

Warga Desa di Aceh Protes Istri Aparat Desa Terima Bansos

Jakarta, Indonesia — Sejumlah warga Desa Blang Teungoh, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh protes setelah istri beberapa perangkat desa dan aparatur pemerintah di desa setempat, diduga ikut menerima bantuan sosial tunai (BST) yang disalurkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Total bantuan yang diterima tersebut masing-masing sebesar Rp600 ribu/kepala keluarga per bulan selama tiga bulan. Bantuan ini untuk masyarakat terdampak virus corona (Covid-19).

“Kami sangat kecewa dengan persoalan ini, karena ada keluarga dari aparat desa, istri dan aparat desa sendiri yang ikut menerima bantuan ini,” kata Mursalin, warga Desa Blang Teungoh, Jumat (23/5), dikutip Antara.

Mursalin mengatakan temuan tersebut terungkap setelah masyarakat memperoleh daftar penerima bantuan yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Setelah dilakukan pengecekan, warga terkejut karena sejumlah penerima tercantum istri dari aparat desa dan termasuk aparatur pemerintah desa.

“Ini baru istri dan aparat desa, banyak juga saudara aparat desa yang ikut menerima bantuan ini di desa kami,” kata Mursalin sambil memperlihatkan daftar penerima bantuan.

Lihat juga:

Anies: Tahan Diri Silaturahmi Fisik, Kita Ingin PSBB Berakhir

Kekecewaan serupa diungkapkan Sulaiman Jafar, warga Desa Blang Teungoh lainnya. Meski persoalan ini sudah diketahui secara luas oleh masyarakat, warga enggan melaporkan kepada pihak desa termasuk camat.

Mereka beralasan jika melaporkan persoalan ini hingga ke pihak kecamatan tak akan membuahkan hasil karena warga yakin masalah ini tidak akan tuntas.

“Harapan kami, bantuan BST ini agar dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih membutuhkan dan layak serta berhak menerima,” kata Sulaiman.

Kepala Desa Blang Teungoh, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Adnan Ali yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan bahwa terdapat sejumlah istri aparat desa dan aparatur pemerintah di desanya yang ikut menerima bantuan BST dari pemerintah.

Menurutnya, penerima BST yang mendapatkan bantuan tersebut berdasarkan pada data 2014 lalu.

“Istri saya memang mendapatkan bantuan BST. Tapi pendataannya pada tahun 2014 lalu ketika saya masih bekerja sebagai buruh bangunan,” kata Adnan Ali.

Lihat juga:

Ma’ruf: Silaturahmi Online Tak Mengurangi Makna Idulfitri

Ia menyebut uang BST yang sudah diterima oleh istrinya tersebut masih disimpan secara utuh dan belum digunakan sama sekali. Selain istrinya, sejumlah istri dari beberapa aparat desa lainnya di desa setempat juga ikut menerima.

“Kalau memang harus dikembalikan, kami siap mengembalikan uang BST ini,” kata Adnan.

Bantuan ini menjadi salah satu jurus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meredam dampak tekanan ekonomi masyarakat desa di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Bantuan sebesar Rp600 ribu ini diberikan setiap bulan dan akan berlangsung selama tiga bulan. (Antara/fra)

[Gambas:Video ]

Next Post

TMP Kalibata Ramai Peziarah, Makam Habibie Jadi Loka Swafoto

Jakarta, Indonesia — Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata ramai dikunjungi peziarah saat perayaan Idulfitri 1441 Hijriah. Kunjungan dilakukan meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan ziarah di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona. Dari luar kawasan, mobil dan sepeda motor peziarah memadati halaman parkir TMP […]