UMKM Dinilai Sektor Tahan Krisis, Namun Bisnis Paling Rapuh

Irene

UMKM Dinilai Sektor Tahan Krisis, Namun Bisnis Paling Rapuh

Ekonom sekaligus Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, banyak orang yang beranggapan jika usaha mikro kecil menengah (UMKM) itu dilihat sebagai sektor yang paling tahan krisis, padahal UMKM itu adalah bisnis yang paling rapuh.

“Jika pemiliknya sakit saja bisa collapse, cuman UMKM ini ciri khasnya yang satu mati tumbuh seribu. Kalau usaha bakso tutup seminggu maka modal usahanya habis. Tapi ciri khas dari dunia usaha UMKM itu adalah hilang tumbuh berganti,” kata Piter kepada Liputan6.com, Jumat (26/6).

Meskipun saat ini ada stimulus yang digelontorkan Pemerintah untuk bantu UMKM, menurutnya stimulus itu hanya menahan mengurangi dampak dari covid-19 agar tidak meluas lagi. Buktinya UMKM sekarang ini yang paling terdampak justru adalah kelompok usaha menengah kecil karena cadangan modal mereka tidak banyak.

“Mereka tidak banyak tabungan dan modal kerja, mereka itu cenderung modal kerja harian bulanan, sedangkan kalau perusahaan besar cadangannya besar jadi mereka mampu bertahan lebih panjang,” ujarnya.

Menurutnya, UMKM itu sifatnya 'easy come, easy go' karena dunia UMKM merupakan dunia usaha yang sangat cair, orang bisa mudah masuk dan membangun usaha, apalagi saat ini banyak pekerja yang dirumahkan dan ter-PHK.

Maka pilihan lainnya untuk bertahan hidup, dengan membangun usaha baru dibidang UMKM. Meskipun saat 1998 UMKM menjadi penyelamat ekonomi, namun keadaannya justru sekarang UMKM lah yang paling terdampak pandemi ini.

“Karena UMKM adalah dunia usaha yang sangat cair orang bisa mudah masuk begitu kena PHK bisa buka warung bakso. Jadi sekarang ini nanti ujung-ujungnya dunia usaha seperti ini saya perkirakan masih menjadi bantalan ekonomi kita untuk di tahun ini, mereka yang terkena PHK akan terserap di sektor informal di UMKM,” tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Next Post

Ahli Waris Tuntut Netflix Terkait Film Adik Sherlock Holmes

Jakarta, Indonesia — Ahli Waris penulis cerita Sherlock Holmes, Conan Doyle Estate, menggugat Netflix¬†dengan tuduhan pelanggaran hak cipta dan merek dagang atas Enola Holmes, film yang bercerita tentang saudara perempuan detektif legendaris tersebut. Gugatan tersebut diajukan pada Selasa (23/6) di pengadilan federal New Mexico dengan target Netflix, Legendary Pictures, Penguin […]