Seorang Dokter di Sumbar Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Farah

Seorang Dokter di Sumbar Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Jakarta, Indonesia — Seorang dokter dan seorang Balita di Sumatera Barat dinyatakan sembuh dari corona (Covid-19). Keduanya telah dipulangkan dari RSUD Achmad Mochtar. 

Direktur RSUD Achmad Mochtar, Khairul, menginformasikan Dokter yang dinyatakan sembuh berusia 58 tahun dan sempat menjalani perawatan di RSUD. Sedangkan,
balita berusia satu tahun yang juga dinyatakan sembuh dirawat di rumah sakit tersebut sejak 3 Mei. Keduanya dinyatakan sembuh pada Kamis (21/5).

“Dia tertular dari perempuan berusia 64 tahun yang dirawat di RSUD Achmad Mochtar. Saya tidak tahu apakah perempuan 64 tahun itu ada hubungan keluarga dengan balita satu tahun itu. Yang jelas mereka sama-sama warga Nagari Panyalaian. Nenek tersebut masih dirawat dan belum dinyatakan sembuh,” ujarnya kepada Indonesia.com, Kamis (21/5).

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan selain dua orang itu, ada lima warga Sumbar lainnya yang baru sembuh dari Covid-19 merupakan pasien Puskesmas Baso Kabupaten Agam, pasien RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya, dan pasien RSUP M. Djamil. Total pasien sembuh berjumlah tujuh orang, pada Kamis (21/5)

Hingga kini, kata Jasman, terdapat 436 kasus positif Covid-19 di Sumbar. Sebanyak 132 orang di antaranya dirawat di berbagai rumah sakit, 46 orang melakukan isolasi mandiri, 4 orang diisolasi oleh pemerintah daerah, 12 orang diisolasi di gedung Bapelkes Sumbar, 59 orang diisolasi di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumbar, 8 orang diisolasi di gedung Badan Penyuluhan Pertanian Padang.

Sementara jumlah pasien sembuh di Sumbar mencapai 152 orang, dan 23 orang meninggal.

Dari 436 kasus itu, 279 kasus terdapat di Padang, 25 kasus di Padang Panjang, 17 kasus di Pesisir Selatan, 17 kasus di Dharmasraya, 15 kasus di Bukittinggi, 13 kasus di Payakumbuh, 10 kasus di Tanah Datar, 7 kasus di Kabupaten Solok.

Kemudian, 10 kasus di Padang Pariaman, 1 kasus di Pariaman, 6 kasus di Mentawai, 17 kasus di Agam, 2 kasus di Pasaman, 2 kasus di Pasaman Barat, 5 kasus di Solok Selatan, 9 kasus di Limapuluh Kota, dan 1 kasus di Kota Solok.

Ia menambahkan, di Sumbar terdapat 881 pasien dalam pengawasan. Sebanyak 61 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, sedangkan 757 orang dinyatakan negatif. Sementara itu, orang yang sedang dipantau berjumlah 201 orang dan orang yang selesai dipantau 8.788 orang.

Lihat juga:

Tak Terima BLT, Warga Rusak Kantor Wali Nagari di Sumbar

(adb/ugo)

[Gambas:Video ]

Next Post

Tren Harga Minyak Dunia Menguat Karena Pasokan Makin Ketat

Jakarta, Indonesia — Harga minyak mentah dunia menguat ditopang oleh penurunan pasokan Amerika Serikat (AS). Penurunan pasokan sebagai tindak lanjut kesepakatan negara-negara penghasil minyak (OPEC) untuk memangkas persediaan, termasuk juga pemulihan permintaan setelah beberapa negara melonggarkan kebijakan penutupan wilayah (lockdown). Pada perdagangan Jumat (22/5), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate […]