Sempat Terombang-ambing di Laut, 94 Pengungsi Rohingya Dievakuasi ke Aceh

Irene

Sempat Terombang-ambing di Laut, 94 Pengungsi Rohingya Dievakuasi ke Aceh

Sebanyak 94 pengungsi Rohingya diketahui telah berbulan-bulan terombang-ambing di laut lepas. Mereka kemudian diselamatkan oleh nelayan Aceh dan dievakuasi ke daratan dengan bantuan dari pemerintah daerah dan Basarnas setempat.

“Kami sangat berterima kasih sudah mengevakuasi, setidaknya mereka aman di sini. Yang penting mereka terselamatkan dulu, diberi bantuan air minum, makanan, karena mereka telah berbulan-bulan di laut,” kata Protection Associate of United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Oktina. Dikutip dari Antara, Jumat (26/6).

UNHCR akan bekerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam membantu proses karantina bagi 94 Muslim etnis Rohingya yang terdampar di Aceh Utara.

“UNHCR siap membantu pemerintah daerah untuk proses karantina (94 rohingya) dan segala macam keperluan lainnya,” kata Oktina di sela-sela proses evakuasi warga Rohingya tersebut di Pantai Lancok, Aceh Utara.

Menurut dia, UNHCR juga akan melakukan registrasi terhadap 94 warga etnis Rohingya tersebut. Pihak belum memiliki rencana untuk memindahkan mereka ke tempat pengungsian di Medan, Sumatera Utara.

“Belum ada rencana untuk itu (pindahkan ke Medan). Kita masih tetap berkoordinasi,. mudah-mudahan pemerintah daerah di sini akan mengambil keputusan, bagaimana pun kita mengikuti dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Seperti diketahui, kapal motor nelayan Aceh dilaporkan menyelamatkan puluhan warga negara asing (WNA) etnis Rohingya, Myanmar, yang terkatung-katung di perairan laut Aceh Utara karena kapal motor yang ditumpangi rusak.

Pengungsi etnis Rohingya yang diselamatkan nelayan Aceh dari tengah laut tersebut berjumlah 94 orang yang terdiri dari laki-laki 15 orang, perempuan 49 orang dan anak-anak 30 orang. [cob]

Next Post

Sidang Bupati Nonaktif Bengkalis Masih Dakwaan, Belum Pemeriksaan Saksi

Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin menjalani sidang perdana sebagai terdakwa dalam kasus korupsi gratifikasi, Kamis (25/6). Agenda kemarin baru pembacaan dakwaan, dan belum ada pemeriksaan saksi. “Agenda sidang terhadap klien saya (Amril) masih pembacaan dakwaan, belum ada pemeriksaan saksi,” ujar Miftahul Ulum, salah satu tim advokasi Amril Mukminin, Jumat (26/6). […]