Rhoma Irama Tetap Manggung, Bupati Bogor Akan Tindak Tegas

Farah

Bupati Bogor Ade Yasin usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/1).

Jakarta, Indonesia —

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kecewa kepada Rhoma Irama lantaran Raja Dangdut itu ingkar janji dengan tetap menggelar konser pada acara khitanan yang berlokasi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/6).

“Gugus tugas akan mengambil langkah tegas, karena khawatir hal tersebut menjadi preseden buruk bagi masyarakat lainnya,” ujar Ade Yasin dikutip dari Antara, Senin (29/6).

Rhoma Irama dan Soneta tampil sebagai penutup Synchronize Fest 2018 hari kedua. Tampil selama satu setengah jam, mereka membuat penonton yang henti bernyanyi dan berjoget.Rhoma Irama. ( Indonesia/M. Andika Putra)

Menurutnya, sudah jelas tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020 yang mengatur berbagai macam ruang lingkup, yaitu level kewaspadaan daerah, penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional secara parsial sesuai kewaspadaan daerah, serta protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Selain itu, kata dia, Pamijahan merupakan satu dari 29 kecamatan di Kabupaten Bogor yang kini berstatus zona merah. Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat ada satu pasien Covid-19 dan 12 pasien dalam pengawasan (PDP) yang berstatus aktif di wilayah tersebut.

Ia juga bahkan sudah mengutus petugas gabungan menyampaikan surat peringatan kepada warga Desa Cibunian bernama Surya Atmaja, sebagai pihak yang mengundang Rhoma Irama menggelar konser dalam acara khitanan anaknya.

Lihat juga:

Rhoma Irama Rilis Lagu Virus Corona

Sebelumnya, Rhoma Irama sempat mengumumkan pembatalan konsernya melalui video singkat yang tersebar di media sosial. Artis yang dijuluki Raja Dangdut itu menerangkan bahwa undangan konser acara khitanan itu terjadi dua bulan lalu, dengan harapan pada saat hari pelaksanaan yakni 28 Juni 2020 sudah selesai masa pandemi Covid-19.

“Maka kami dan tuan rumah akan menunda atau menjadwalkan kembali untuk manggung di desa tersebut,” kata Rhoma.

Ia bahkan meminta para penggemarnya bersabar dan menghormati aturan PSBB proporsional khususnya di Kabupaten Bogor.

“Insya Allah jika sudah tidak ada pandemi dan ada izin, kami akan diundang kembali. Mari kita semua menghormati dan melaksanakan anjuran pemerintah dimana kita tidak boleh membuat atau menghadiri keramaian di saat wabah Covid-19 ini agar tidak terus menyebar,” ujarnya.

(ain)

[Gambas:Video ]

Next Post

Tobacco Harm Reduction Advocates Say They Want Australian Ban on Liquid Nicotine Aborted, Not Delayed

BANGKOK, Jun 29, 2020 – (ACN Newswire) – Tobacco harm reduction advocates across Asia-Pacific called on the Parliament of Australia to abort, not delay, the planned ban on imports of liquid nicotine for vaping to provide smokers with alternatives to combustible cigarettes. Factasia, a non-profit regional tobacco harm reduction consumer […]