PSSI Bakal Tanggung Biaya Tes PCR Liga 1 Hingga 3

Farah

Pesepak bola Persiraja mengikuti latihan fisik pada hari terakhir jelang pertandingan Liga 1 di stadion Harapan Bangsa , Banda Aceh, Kamis (27/2/2020). Latihan terakhir Persiraja yang diperkuat empat pemain asing itu guna menyiapkan tim menghadapi Bhayangkara FC pada kompetisi Liga 1 yang dijadwalkan berlangsung, Sabtu (29/2/2020) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.

Jakarta, Indonesia —

Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan mengatakan federasi kemungkinan menanggung beban biaya tes Polymerase Chain Reaction (PCR) melalui swab untuk Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 pada Oktober mendatang.

Tes PCR menjadi salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan semua klub, baik itu pemain, pelatih, maupun staf sebelum kompetisi dimulai. Selain PCR, masing-masing klub juga tetap harus melakukan rapid test secara berkala setiap dua pekan untuk memastikan bebas dari Covid-19.

“Kami sudah komunikasi dengan beberapa klub, memang ada yang keberatan, ada yang tidak. Tentunya nanti dengan PT LIB [operator kompetisi, Liga Indonesia Baru] akan diskusikan. Seyogyanya memang nanti federasi menanggung itu, seyogyanya demikian,” ucap Iwan Bule dalam konferensi pers di Kantor PSSI, Minggu (29/6) malam.

PSSI disebut Iwan Bule juga sudah mengeluarkan buku panduan untuk kesehatan yang disesuaikan dengan jadwal yang ada seperti kegiatan di lapangan. Salah satu isinya yaitu akan melakukan test Covid-19 berkala.

[Gambas:Video ]

“[Tes covid-19 berkala] itu mungkin federasi [PSSI] Insyaallah akan tanggung,” tegasnya.

Lihat juga:

Madrid Terus Membaik, Barcelona Masih Diganggu Konflik

Sampai saat ini, PSSI belum bisa memastikan total besaran biaya yang dibutuhkan untuk menggelar PCR atau Rapid Test buat klub. Saat ini, LIB disebut masih menghitung kebutuhan anggaran sambil berkomunikasi kembali dengan klub-klub di Liga 1, Liga 2 dan Liga 3.

Biaya untuk melakukan tes PCR sekali per orang ditaksir mencapai Rp1,5 hinga Rp2 juta. Jika satu tim terdapat 40 orang termasuk pemain, pelatih, ofisial dan staf artinya klub harus mengeluarkan Rp60-80 juta sekali tes.

GIF Banner Promo Testimoni

Jika tes PCR harus dilakukan secara berkala dua pekan sekali selama kompetisi digelar di new normal sesuai aturan masa inkubasi maksimal Covid-19 atau 15 kali tes, klub harus siap menggelontorkan Rp900 juta semusim untuk memenuhi satu poin di protokol kesehatan. Belum ditambah protokol kesehatan lain, yakni penyemprotan disinfektan, pengadaan masker, hand sanitizer sampai vitamin tambahan.

Sebagai perbandingan, untuk menggulirkan kembali Liga Inggris, Premier League sebagai operator disebut telah mengeluarkan dana sebesar Rp71,7 miliar buat tes covid-19. Tes itu dilakukan sebelum Liga Inggris kembali dimulai.

Lihat juga:

Calon Pengganti De Gea Banjir Kritik Usai Kalah dari Arsenal

“Akan kami jelaskan nanti setelah ada perhitungan dari LIB,” ucap Iwan Bule.

Terpisah, Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan masih menghitung total biaya untuk menggelar tes PCR buat klub.

“Sedang kami hitung total biayanya, nanti kami akan didiskusikan dengan PSSI dan klub-klub peserta liga,” ucap Akhmad kepada Indonesia.com.

(TTF/bac)

Next Post

Cegah PHK, Jokowi Ingatkan Menteri Prioritaskan Dunia Usaha

Jakarta, Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya agar segera mencairkan bantuan untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perbankan, hingga perusahaan besar di tengah pandemi¬†virus corona. Dunia usaha saat ini sudah menanti ‘uluran tangan’ dari pemerintah. Jokowi menyatakan bantuan amat dibutuhkan agar dunia usaha tak bangkrut. Jika […]