Polisi Tangkap Bandar dan Pemasok Narkoba ke Artis FTV Ridho Ilahi

Irene

Polisi Tangkap Bandar dan Pemasok Narkoba ke Artis FTV Ridho Ilahi

Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap pemasok narkoba terhadap artis FTV yakni Ridho Ilahi (34). Diketahui, Ridho ditangkap polisi di kediamannya kawasan Cibubur.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, polisi tak hanya menangkap penyuplai. Polisi juga mengamankan diduga bandar dari barang haram tersebut.

“Penyuplai atas nama AK tim berhasil mengamankan di Bandung. Kemudian untuk yang diduga sebagai pengedar atau bandar itu kami amankan di Depok. Keseluruhan kegiatan dilakukan oleh unit 1 Satres Narkoba,” kata Ronaldo di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (29/6) malam.

Ia menjelaskan, dari tiga pelaku yang ditangkap tersebut. Ridho hanya kenal dengan satu pelaku atas nama inisial AK, yang memang berhubungan langsung dengan Ridho.

“Jadi yang kenal langsung dengan RI itu AK. AK ini sendiri dia merupakan crew salah satu Production House (PH). Ini masih kami dalami, karena baru kami interogasi selama di perjalanan dari tim melaporkan ke saya, dia tim dari Production House,” jelasnya.

Ditangkapnya salah satu crew PH tersebut, polisi pun mempertanyakan apakah di tempat Ridho kerja itu juga menjadi tempat untuk mengonsumsi narkoba.

“Pertanyaan kami yang kami dalami apakah pada saat proses pembuatan sinetron dan lain-lain yang merupakan tempat pekerjaan dari RI ini, itu juga dilakukan wadah atau narkoba. Ini kami dalami dulu ya, masih pemeriksaan,” ujarya.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan apakah di tempat mereka bekerja menjadi tempat peredaran narkoba atau tidak. Namun, penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap Ridho dan crew dari salah satu PH menjadi point yang sangat penting.

“Sementara ini kami belum bisa memastikan (peredaran narkoba di lokasi syuting). Tapi akan kami dalam pemeriksaan, kaitannya karena berdasarkan keterangan awal baik dari RI maupun setelah kami lakukan penangkapan terhadap AK,” ungkapnya.

“Itu yang bersangkutan salah satu crew di Production House. Tentu ini jadi point penting untuk kami semakin memahami narkoba, barang haram ini, diedarkan di kalangan teman-teman public figure,” sambungnya.

Selain itu, Ronaldo mengaku belum bisa memastikan berapa barang haram yang diamankan saat melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersebut.

“Jadi dipesan kepada AK, AK memesan lagi atau barang didapat dari tersangka SH. Jumlahnya ada beberapa paket sabu untuk detail timbangan dan sebagainya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan,” tutupnya.

Sebelumnya, Polisi sedang memburu sang pemasok narkoba terhadap artis FTV Ridho Ilahi (34). Pesinetron yang membintangi salah satu film 'Suami Yang Tak Dianggap' ini ditangkap bersama dengan drivernya di kediamannya yang berada di kawasan Cibubur.

“Memang betul ada satu orang lagi yang menjadi pemasok, karena kita melakukan pendalaman itu dari mana barang bukti atau barang haram itu didapat. Sudah ada perintah penangkapan terhadap pemasok itu,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru, Jakarta, Senin (29/6).

Diketahui, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali melakukan penangkapan terhadap seorang artis. Kali ini, polisi mengamankan seorang artis FTV atas dugaan penyalahgunaan narkoba yakni Ridho Ilahi (34) di kediamannya.

Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru.

“Ya benar saat ini pelaku RI ( 34 ) sudah kami amankan dan pihaknya tengah melakukan prosesnya penyelidikan lebih lanjut,” kata Audie, Jakarta, Senin (29/6).

Ketika diamankan di kediamannya, saat itu pesinetron yang membintangi salah satu film 'Suami Yang Tak Dianggap' ini sedang bersama dengan satu orang lainnya.

“Kami amankan bersama dengan seorang yang lainnya yang diketahui sebagai drivernya,” ujarnya. [gil]

Next Post

12 Wisatawan Diduga Pakai Surat Palsu Hasil Rapid Test Agar Masuk Pantai Pangandaran

Wakil Bupati Garut, Jawa Barat Helmi Budiman segera menelusuri adanya laporan warga Garut yang menggunakan surat hasil tes cepat yang diduga palsu saat berwisata ke Pantai Pangandara di Kabupaten Pangandaran karena menyalahi aturan protokol kesehatan. “Nanti saya panggil Dinas Kesehatan (Dinkes)-nya, itu kan tidak beretika karena harusnya memberi keterangan yang […]