Pasar Ciputat Padat Jelang Lebaran, Warga Tak Bisa Jaga Jarak

Farah

Pasar Ciputat Padat Jelang Lebaran, Warga Tak Bisa Jaga Jarak

Jakarta, Indonesia — Pasar tradisional Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, dipadati warga jelang Lebaran pada Kamis (21/5). Kepadatan membuat penerapan jaga jarak di pasar sulit dilakukan.

Pantauan Indonesia.com sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, kepadatan bahkan semakin meningkat seiring warga yang terus berdatangan.

Kondisi itu diperparah lokasi pasar yang berada di pinggir jalan sehingga kerumunan pembeli dan pedagang juga ditambah dengan pengendara, hingga melanggar 

Namun demikian, berdasarkan pantauan, baik pedagang maupun pembeli umumnya masih mengenakan masker.

Selain itu, salah seorang petugas lewat pengeras suara, juga terlihat terus mengingatkan warga untuk mengenakan masker selama berbelanja.

“Milih daging enggak apa-apa, tunjak-tunjuk. Asal pake maskernya. Jadi kami juga banyak terima kasih kepada bapak, ibu, yang sudah pakai maskernya,” kata dia.

“Harapan kami di pagi hari ini mari jaga keamanan ketertiban dan kesehatan kita. Semuanya ya. Apalagi yang hanya sebentar berbelanja. Jangan remehkan masker. Penyakit mah enggak pake sebentar,” lanjut dia.

Sementara itu, salah seorang pedagang pasar, Nardi, mengaku sudah terbiasa berada dalam kerumunan selama berjualan meski takut terinfeksi virus corona.

Lihat juga:

PKL Tanah Abang Dua Kali Ditertibkan dalam Sehari Selama PSBB

“Yang penting jangan adu fisik aja, sama selalu pakai masker,” kata dia kepada Indonesia.com, di sela-sela melayani pembeli, Kamis (21/5).

Nardi membenarkan bahwa jumlah warga yang berbelanja memang bertambah hari ini. Ia memperkirakan kondisinya akan bertahan hingga tiga hari ke depanmen jelang Lebaran.

Sementara itu, seorang pembeli bernama Tobing juga mengaku takut berada dalam kerumunan selama berbelanja. Perempuan berusia 63 tahun itu, oleh karenanya selama berbelanja terus mengenakan masker dan membawa handsanitaizer.

“Takut juga. Tapi butuh juga. Makanya selalu bawa handsanitaizer, sarung tangan. Ya pokoknys perlengkapan yang dianjurkan,” kata dia.

Tangerang Selatan sendiri masih berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 31 Mei mendatang. 

Di sisi lain, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengaku keramaian di sejumlah tempat umum seperti bandara dan pasar selama PSBB tak dapat dihindari.

“Mengenai pusat perbelanjaan dan beberapa pasar yang buka ini adalah cara memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Wiku dalam jumpa pers, Rabu (20/5). 

(thr/stu)

[Gambas:Video ]

Next Post

1 Juta Sujamer Dibagikan untuk Pahlawan Kesehatan

Jakarta, Indonesia — Bintang Toedjoe menebar semangat Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati pada 20 Mei dalam Gerakan Berbagi untuk Garda Terdepan. Gerakan ini secara khusus ditujukan kepada tenaga kesehatan yang terus berjuang di tengah pandemi Covid-19 dengan membagikan 3 ribu Alat Pelindung Diri (APD) dan satu juta Bejo Sujamer ke 200 rumah […]