Ozzy Osbourne Sudah Idap Parkinson Selama 17 Tahun

Farah

Jakarta, Indonesia — Musisi Ozzy Osbourne menjelaskan ia telah mengidap penyakit Parkinson sejak tahun 2003 silam. Pernyataan itu ia sampaikan saat wawancara dengan Los Angeles Times.

“Saya tidak akan mati karena Parkinson. Saya telah bekerja dengan penyakit itu sepanjang hidup saya. Saya sering menggagalkan kematian,” kata Osbourne kepada LA Times.

Ia melanjutkan, “Bila besok kalian membaca ‘Ozzy Ozbourne tidak akan pernah bangun sejak pagi ini’, kalian tidak akan berkata ‘Ya Tuhan’, tapi ‘ya, akhirnya dia meninggal’.”

Osbourne pertama kali mengungkapkan dirinya menderita penyakit Parkinson dalam wawancara dengan Good Morning America yang cuplikannya ditayangkan pada Januari lalu. Ia merasa penyakit itu bukan masalah besar sehingga tak perlu diumumkan.

Pilihan Redaksi
  • Usai 8 Tahun, Dokumen Autopsi Whitney Houston Terkuak
  • Justin Bieber Akui Hadapi Rasa Takut Sebelum Garap Changes

Dua tahun belakangan, Osbourne memang kerap mengalami masalah kesehatan. Pada Oktober 2018, tur Amerika Serikat dibatalkan karena dia harus menjalani operasi tangan kanan.

Kemudian pada Januari 2019, dia dirawat di rumah sakit karena mengidap flu yang bermuara menjadi paru-paru basah. Sebulan kemudian, pria 71 tahun itu mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit swasta.

Masih di awal 2019, musisi legenda rock ini terjatuh di dalam rumah. Kecelakaan itu menyebabkan masalah pada bagian tulang belakang dan lehernya sehingga harus dioperasi.

Osbourne pun terpaksa menunda tur yang bertajuk No More Tours 2 Tour, kali ini di Inggris Raya dan Eropa. Sedianya konser dijadwalkan pada pertengahan 2019 sebelum kemudian ditunda menjadi awal 2020.

Lebih lanjut, dia dijadwalkan tampil pada 27 Juli mendatang. Penampilan itu sebagai ganti salah satu jadwal pada 2019 yang ditunda.

“Itu sangat luar biasa, karier yang sangat menarik. Orang-orang telah melupakan saya, tetapi saya selalu kembali dan ya, akan kembali dari ini (Parkinson),” kata Osbourne.

Ia menambahkan, “Kapan (saya akan kembali lagi)? Tidak tahu. Saya tidak ingin kembali sampai saya siap.”

[Gambas:Video ] (adp/rea)

Next Post

Politikus Papua Kritik Pernyataan Mahfud soal Dokumen Sampah

Jakarta, Indonesia — Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi Anggota DPD-DPR RI Dapil Papua dan Papua Barat atau MPR for Papua, Yorrys Raweyai, mengkritik pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan data tahanan politik (tapol) dan korban meninggal di Nduga, Papua dari pengacara HAM Veronica Koman sebagai ‘dokumen sampah’. Menurutnya, Mahfud sebagai representasi […]