Menteri Tetap Lamban, PKS Minta Jokowi Reshuffle Pekan Depan

Farah

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera di acara diskusi Polemik “Utak Atik Manuver Elit”, Jakarta, 27 Juli 2019

Jakarta, Indonesia —

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menantang Presiden Joko Widodo untuk melakukan kocok ulang kabinet atau reshuffle paling lambat satu minggu ke depan.

Mardani mendukung gagasan Jokowi untuk melakukan reshuffle menteri-menteri yang tak menunjukkan kinerja baik. Namun ia berharap wacana reshuffle tak hanya sekadar ucapan.

“Jangan berhenti dalam pernyataan. Sepekan paling lambat mesti ada tindak lanjut aksi dan keputusan tegas dan jelas dari pernyataan itu. Jika tidak ada aksi, maka Pak Jokowi justru yang disebut tidak punya sense of crisis,” kata Mardani lewat pesan singkat kepada Indonesia.com, Senin (29/6).

Mardani menilai waktu sepekan sudah cukup untuk beberapa pejabat menteri yang disentil Jokowi untuk berbenah diri. Jika tak ada perbaikan dalam sepekan, maka Jokowi harus segera mengambil langkah lanjutan.

Inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu mengapresiasi niat Jokowi melakukan reshuffle. Dia mengatakan bahwa krisis membuat kondisi rakyat semakin sulit, sehingga pemerintah butuh langkah cepat berbenah diri.

“Pemimpin justru jelas dan tegas di masa krisis. Kesalahan kecil bisa fatal saat kondisi genting. Langkah yang baik untuk Pak Jokowi tegas dan jelas pernyataannya,” ucap dia.

Lihat juga:

Kecewa Kinerja Menteri, Jokowi Buka Opsi Reshuffle

Sebelumnya, akun Youtube Sekretariat Presiden mengunggah video pidato Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet, Kamis (18/6). Video itu baru diunggah semalam, Minggu (28/6).

Dalam video, Jokowi menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju yang biasa-biasa saja. Padahal Indonesia sedang menghadapi ancaman serius dari krisis akibat pandemi virus corona.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak segan melakukan apapun untuk kepentingan rakyat. Tidak terkecuali melakukan perombakan kabinet yang ada.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan,” kata Jokowi.

Lihat juga:

Pengamat Nilai Positif Isu Reshuffle di Balik Marah Jokowi

(dhf/bmw/sur)

[Gambas:Video ]

Next Post

Perjuangan Guru di Cile Bawa 'Sekolah' ke Rumah Muridnya

Jakarta, Indonesia — Pandemi virus corona membuat para pelajar tak bisa belajar di sekolah. Era belajar online pun dimulai. Itu, jika Anda beruntung mendapatkan akses internet dan juga sinyal televisi. Namun pada kenyataannya tak semua orang beruntung untuk mendapatkan hal tersebut. Di selatan Cile, sebuah sekolah di pedesaan melakukan inisiatif yang […]