Mengulik Alasan Virus Corona Belum Masuk ke Indonesia

Farah

Jakarta, Indonesia — Penyebaran virus corona atau Covid-19 telah meluas ke hampir 30 negara di dunia. Beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Australia pun telah mengonfirmasi sejumlah kasus. Namun hingga kini virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan, China itu belum terdeteksi menghampiri Indonesia.

Fakta menarik ini menimbulkan pertanyaan besar, mengapa virus corona belum menyerang Indonesia? Netizen pun berspekulasi. Mulai dari daya tahan tubuh yang kebal karena sering dicekoki makanan dan gaya hidup yang tidak sehat, hingga tersedia banyak ramuan herbal seperti jamu juga jahe.

Dokter spesialis paru RSPI Sulianti Saroso, Adria Rusli menjelaskan hingga saat ini belum diketahui secara pasti alasan virus corona belum ke Indonesia. Menurut dia perlu penelitian mendalam untuk memperoleh jawaban.

“Memang jadi pertanyaan sampai saat ini. Apakah benar kekebalan orang Indonesia tinggi? Atau virulensi virus corona berkurang di Indonesia? Ini memang mesti kita jawab kenapa. Ini pertanyaan yang susah sekali saya jawab karena harus ada bukti-buktinya,” kata Adria dalam Sosialisasi Penyakit Virus Corona di CT Corp, Jakarta, Jumat (14/2).

Adria lantas menyandingkan kondisi terkini dengan temuan menarik yang terjadi saat wabah virus MERS–yang juga disebabkan oleh virus keluarga corona. Kala itu, MERS juga tak menyerang orang yang tinggal di Indonesia.

“Dari 2009 juga tidak ada MERS CoV di Indonesia,” ucap Adria.

Terdapat sejumlah kemungkinan mengapa virus corona belum menjangkiti Indonesia. Pertama, wabah virus corona belum terbawa oleh orang yang sudah terinfeksi ke Indonesia.

Kedua, suhu dan kelembapan di Indonesia yang cukup tinggi dengan matahari sepanjang tahun, dapat membunuh virus.

Lihat juga:

Tips Memilih Hand Sanitizer

“Virus senang berkembang biak di suhu udara dingin dengan kelembapan rendah,” jelas dokter spesialis paru Erlina Burhan beberapa waktu lalu.

Ketiga, kekebalan tubuh yang kuat dapat menjadi alasan, walaupun dibutuhkan studi lebih lanjut soal ini. Penelitian menunjukkan persinggungan antara tubuh dan pelbagai kuman berkaitan dengan daya tahan atau kekebalan seseorang.

“Memang benar konsepnya semakin sering terpapar kuman, tubuh kita membuat antibodi. Tapi, harus sudah terpapar kumannya dulu atau setidaknya kuman dari keluarga yang sama,” tutur Adria.

Adria pun menegaskan, dibutuhkan banyak penelitian untuk mendapatkan jawaban ilmiah mengapa virus corona belum ke Indonesia.

[Gambas:Video ] (NMA/NMA)

Next Post

BPS Prediksi Penduduk Indonesia Capai 319 Juta Jiwa pada 2045

Jakarta, Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia pada 2045 akan mencapai 319 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 52 juta jiwa dibandingkan saat ini sebanyak 267 juta jiwa. Untuk itu, pemerintah perlu menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mengantisipasi lonjakan penduduk tersebut. “Sekarang jumlahnya 267 juta, naiknya luar […]